Sampean pernah pake seragam sekolah? Kalau pernah, kesimpulan mudahnya berarti sampean pernah duduk di bangku sekolah. Dari sekian banyak mata pelajaran adakah pelajaran yang sampean benci? Bisa karena ndak bisa enjoy dengan gurunya atau memang sudah sejak masih orok menolak bertemu mata pelajaran tersebut.
Dari sekian banyak pelajaran yang diberikan, survey yang telah saya lakukan pada kalangan terbatas dan dalam waktu yang sangat terbatas membuktiken bahwa dua pelajaran yang menjadi momok pelajar di Indonesia adalah Bahasa Inggris dan Matematika. Entah mengapa dua pelajaran tersebut bisa mengalahkan rating pilihan pemirsa peserta yang lain seperti kimia, fisika dan sejarah. Meskipun toh pada akhirnya saat ini Zamroni menyesal karena dulu pernah membenci pelajaran Sejarah hanya untuk mengetahui kapan Candi Prambanan didirikan dan terkesan membosankan.

Lain Zamroni lain pula dengan tembok gedung lembaga belajar bahasa asing dibilangan Seturan, justru mengadu keduanya. Dengan memberi kesan kepada orang bahwa salah satu diantaranya masih ada yang lebih mudah.
Kalau Pelajaran Bahasa Inggris sudah pake rumus, apa ndak sama saja dengan belajar Matematika dengan bahasa pengantar Bahasa Inggris? Harus berpikir dua kali untuk hanya mengetahui rumus keliling lingkaran Kolam di depan Hotel Indonesia. Kalau begitu bisa jadi tambah keduanya dibenci tujuh turunan kalau sampai terjadi. Semoga saja tidak.
English (begitu guru saya melafalkan Bahasa Inggris) dan matematika bisa saja dibenci karena memang dirasakan sulit untuk menghafalkannya, karena memang ini tugas dari fungsi otak kiri. Lantas bagaimana dengan pelajaran yang menyangkut otak kanan seperti menggambar, musik dan pelajaran yang menuntut kreatifitas seseorang?
Jujur, saya termasuk orang yang prihatin ketika mengetahui bahwa selama ini saya hanya diajarkan untuk menggunakan kemampuan otak kiri saja. Yang mana, untuk menyelesaikan tugas menggambar saja saya selesaikan dengan hafalan. Silahkan cek ke sodara, kerabat, putra-putri atau sampean sendiri. Ajaklah mereka untuk menggambar pemandangan. Bolehkah saya tahu apa yang mereka gambar? Tidak kah rata-rata gambar (kasarnya) seperti gambar di bawah ini?

Mengapa demikian? Apa yang salah dengan gambar tersebut? Tidak ada yang salah, hanya saja rata-rata dari manusia di Indonesia (termasuk saya) belum bisa menggunakan orak kanan untuk menggambar, menunjuk, memeragakan, bermain, berolahraga, bernyanyi, dan aktivitas motorik lainnya. Akibatnya seseorang menggambarkan bahwa pemandangan itu ya dua gunung dengan jalan ditengahnya dan (kadang-kadang) menyembul mentari disela-selanya. Serba matematis.
Sampean pasti juga pernah mendengar sebuah anekdot tentang pelelangan otak manusia. Dimana otak manusia Indonesia dibayar lebih mahal daripada otak Einstein karena kondisinya yang masih orisinil.
Kalau ngeblog baiknya pake otak yang mana?

