Posts tagged as:

kang kenthus

Bloger itu ngapain aja

by annots on April 4, 2008

Bloger itu sebenernya apa to mas? Suara kang kenthus tiba-tiba mengagetkan saya yang sedang asyik dengan mainan baru.

Kok sepertinya sering disebut-sebut sama tetangga saya. Lanjutnya.

Sebenernya saya sendiri belum tau apa dan siapa Bloger itu kang. Tapi kalau saya ikuti di media memang sepertinya bloger itu adalah sosok yang sangat mengerikan, bagi beberapa orang bloger juga dibilang sebagai ancaman, hambatan bahkan gangguan. Istilah jawanya “nggriseni. Jawab saya sekenanya.

Emmm, lha emang kerjaan bloger itu ngapain aja to Mas?, tanya kang kenthus polos. Memang background kang kenthus yang hanya berijazah SMP baru mengenal internet sejak ada ribut-ribut UU ITE kemarin.

Wah kalau kerjaannya ya macem-macem mas, ada yang jadi wartawan media, mahasiswa, programmer, menteri, artis, sutradara, peneliti burung atau bahkan seorang buruh seperti saya ini. Saya mengira pertanyaannya adalah latar belakang dari orang yang disebut bloger itu.

Bukan Mas, bukan itu. Maksud saya, apa yang dilakukan bloger kok sampai ada yang menganggap bloger sebagai ancaman, hambatan atau gangguan tadi. Kang Kenthus mencoba menperjelas pertanyaannya.

Oh kalau itu, sepaham saya bloger itu ya cuma nulis-nulis yang kadang ndak penting tapi bisa booming atau bahkan memang membesarkan kabar-kabar yang sudah besar. Selebihnya, mereka itu cuma ubyang-ubyung kesana kemari menikmati jaringan sosial yang sudah terbentuk yang dinamakan kopdar. Saya mencoba menjawab seperti apa yang saya tahu.

Lha kalau begitu, bukankah hampir sama antara bloger dan wartawan mas? Sanggahnya.

Emmm, bisa dibilang begitu Kang. Saut saya.

Begini mas, dulu sebelum saya kerja disini, saya pernah ikut kursus tulis menulis dari Dinas Tenaga Kerja. Disana saya dapat teori, tapi apa daya lha wong saya ini LEMAH OTAK banget kok. Kang kenthus mencoba menjelaskan kelemahan yang ada pada dirinya.

Oh ya? Bagaimana itu critanya Kang? Ada teori yang masih terngiang ndak?. Mak jegagik saya pun jadi penasaran.

Emmm, tunggu sebentar mas. Kang kenthus meninggalkan saya dan tak lama diapun kembali dengan kertas lusuh ditangan kanannya.

Begini mas, sebelum kita melangkah, kita harus punya pegangan. Aturan main dan harus tau siapa serta dimana kita. Di kertas ini tertulis beberapa diantaranya tentang apa itu jurnalistik:

  1. Kewajiban seorang jurnalis adalah tentang kebenaran.
  2. Loyalitas pertama jurnalis kepada warga.
  3. Jurnalisme harus berlaku sebagai pemantau kekuasaan.
  4. Jurnalisme menyediakan forum publik untuk kritik maupun dukungan warga.
  5. Jurnalisme harus berupaya membuat hal yang penting, menarik dan relevan.
  6. Jurnalisme harus menjaga agar berita komprehensif dan proporsional.
  7. Para praktisinya harus diperbolehkan mengikuti hati nurani mereka.

Begitu mas isinya. Diapun mengakhiri pembicaraannya.

Saya yang sedari awal dlongab-dlongob, karena memperhatikan apa yang dibacakannya cuma bisa menganggukan kepala.

Wah kang, kalau itu diterapkan juga dalam ranah blog sepertinya kok masih relevan ya. Kalimat ini muncul begitu saja dari mulut saya. Pastinya blog tidak akan diartikan sebagai rival atau oposisi tetapi justru sebagai media kontrol yang sifatnya netral.

Lihat saja, jika jurnalisme termasuk juga di dalamnya blog, dan praktisinya disubsitusikan dengan bloger, bukankah ini akan sangat menarik sekali.

Wah ya ndak tau mas, tapi yang saya dengar dari infotainment minggu kemarin, ada yang bilang kalau bloger itu penipu mas.

Sudahlah kang, ndak usah bahas itu lagi, statement yang itu sudah dilupakan kok.

Ya tapi apakah dilupakan berarti juga dimaafkan mas? Celetuknya.

Ah ternyata kang kenthus ngintip saya waktu saya baca blog ini.

{ 23 comments }

Per detik, per hisap sampai puasss

by annots on March 14, 2008

Memang sudah saatnya konsumen dimanjakan dengan berbagai pilihan produk.  Tersedia satu pilihan, bisa bisa disebut monopoli.   Terlepas dari kualitas dan pelayanan servisnya, akhir-akhir para produsen beradu domba memikat pilihan konsumen. Tidak hanya penyedia jasa telekomunikasi yang perang tarif, yang dihisap-hisap pun tak mau kehilangan momentum.   Kok bisa?  Entahlah, saya cuma berhasil mengabadikan gambarnya saja tanpa wawancara kepada simbah yang punya toko, terlebih lagi untuk mencoba menghisapnya.

Murah saja, cukup 25 rupiah per hisap, semakin sedikit hisapan untuk menghabiskan batang rokok yang disulut, semakin murah harganya.  Tinggal dikalikan saja.  Kalau harga rokok sudah ada yang per detik hisap apa saya akan merokok? Tidak, biarlah saya dibilang sebagai manusia yang ikut merugikan petani tembakau, karena saya tidak ikut membakar tembakau mereka.

Murah, Per hisap 25 rupiah

Lantas bagaimana dengan tarif barang yang dihisap-hisap lainnya? Saya kurang tahu. Yang saya tahu gaji PNS akan naik ditahun ini.  Tentu saja sudah lumrahnya, kenaikan gaji ini akan diikuti merangkaknya harga kebutuhan yang lain.

“Sudah saatnya kita mengencangkan ikat pinggang Kang”, kata saya kepada kang kenthus .

“Mengencangkan boleh, asal jangan terlalu kencang.  Bisa-bisa malah putus pinggangnya.”, jawabnya sambil menyulut sebatang rokok ditangannya.

***

Gambar diambil diwarung samping apartemen merah gejayan. 

{ 31 comments }