Posts tagged as:

90

Andakah Pemilik Bekisar Selanjutnya?

by annots on January 28, 2008

Hari ini saya, membaca beberapa bloger yang bercerita tentang Bloger Bekisar, meskipun jumlahnya belum ada apa-apanya dibandingkan jumlah tulisan meninggalnya H.M Suharto yang mendominasi blogsphere dan layar tipi. Tetapi ya ndak apa-apa, kalo berharap Bekisar bisa nongol di tipi, nunggu ada reporter tipinya ngeblog dulu mungkin kali ya hehehehe…

Seperti blonjo kupat oktober lalu, saya akan menuliskan cerita bagaimana ada bekisar yang bisa menetas diantara bloger jogja.

Kalau biasanya ayam akan menetas setelah dierami 21 hari, telur bekisar ini cukup dierami cukup 10 hari.

18 Januari 2008

Pada kopdar jumat malam itulah gagasan bersih-bersih pantai ditelurkan. Mereka yang membidani keluarnya telur ini adalah antobilang, amma dan cowoknya adiknya, zam, kang Gandung, Funskhit, Sandal, Ekowanz, Alex, Rudy Gunawan, Leksa, Tikabanget dan saya, semoga ga ada yang terlewatkan dalam daftar hadir.

19 Januari 2008

Pemilik gagasan pun langsung menuliskan sebuah ide sosial, dan ternyata cukup efektif untuk mencari sandal bekas, melihat banyaknya ditemukan sandal bekas dalam acara tersebut entah disengaja atau bukan.

20, 21, 22 Januari 2008

Menteri urusan Kopdar Kabinet Jengjeng Bersatu, memberikan siaran pers melalui blognya dan meresmikan bannernya. Dan menuliskan mengapa dinamai Bloger Bekisar dan alasan diadakan acara ini dua hari berturut2 setelah siaran pers.

24 Januari 2008

Dukungan bloger untuk acara ini mulai dapat dirasakan atmosfirnya. Tidak tanggung-tanggung sebuah armada bus dibajak disewa untuk mengangkut bloger yang tidak membawa sepeda motor. Meskipun pada akhirnya sampah hasil perburuan juga ikut masuk ketika pulang dari Pantai Pandansari, hehehehe

skip, skip, skip… banyak kopdar pendukung yang tidak saya ikuti dari pada saya salah tulis mending ndak saya tulisken disini.

26 Januari 2008

Menteri keuangan pun kemudian membentuk bloger KORUP (Komisi Urusan Pangan) dalam acara Bloger Bekisar tersebut, yang beranggotakan sandal, antobilang, Zam, funkshit dan saya. Tenang sodara-sodara tidak ada yang korupsi diantara kami, kami selalu patungan untuk acara makan siang dan makan malam dan menggunakan uang kami sendiri. Kalo ndak percaya bisa dilakukan audit, kalo perlu KPK juga diundang.

Jajaran Bloger KORUP sedang mejeng nunggu SPG pulang kerja

27 Januari 2008

Hari yang dinanti pun tiba, pelataran benteng Vredeburg ramai dengan orang-orang yang sedang menikmati hari libur mereka. Saya yang menjanjikan akan mengikuti penambangan vitamin A (baca: cuci mata) pun gagal datang jam 6 pagi. Konyolnya selain bangun kesiangan, saya juga harus pergi ke ATM karena sampe SPBU lupa ndak bawa uang sepeser pun padahal bensin sudah terlanjur masuk ke tangki motor, fyuuuh….

Akhirnya sekitar jam 10 kami sampai di pantai. Setelah memastikan kondisi sepeda motor orang nomor satu di Kasultanan Ndoyokarto Hadiningrat (baca: Zamroni) yang mendapatkan musibah ban bocor ditengah rute pendoyokan (ini salah satu pemerkosaan bahasa bukan?).

Acara dipantai bagaimana? Ya seperti yang direncanakan acara bersih-bersih pun dimulai. Dan hampir 30 orang bloger turut membidani menetasnya telur bekisar.

Kami sadar apa yang kami lakukan bukanlah apa-apa. Paling tidak kami sudah menetaskan satu bekisar di Yogyakarta. Selanjutnya tinggal ditunggu saja akankah bekisar-bekisar yang lain juga akan menetas di Indonesia.

Saya mewakili Pemerintahan Kabinet Jengjeng Bersatu Kasultanan Ndoyokarto Hadiningrat, mengucapkan terima kasih kepada insan bloger yang sudah memberikan dukungan dalam acara ini, baik yang turut terjun langsung dalam acara, dukungan moral dan materi ataupun yang sudah berkenan memberikan doa.

Saya yakin tidak akan ada alamat blog kita dalam buku sejarah anak cucu kita kelak, tapi saya yakin apa yang telah kita lakukan akan dicatat oleh malaikat juru catat amal baik.

Pastikan, anda adalah pemrakarsa Bloger Bekisar selanjutnya, di pantai-pantai kesayangan anda!

{ 46 comments }

Tafsir

by annots on January 9, 2008

P.S : Pembaca yang budiman, tulisan berikut memerlukan tafsir tentang inti tulisan ini, lha wong saya juga bingung ini tulisan apa :D
Jujur saja dulu saya termasuk orang yang pernah bermimpi kemudian mencari tafsir makna dari mimpi yang dialaminya ke buku primbon atau yang lebih canggih. Dan sebagai konsekuensi karena saya manusia biasa yang tidak memiliki daya linuwih (kelebihan) bisa saja tafsir yang diberikan ada yang sama ada pula yang berbeda, itu sudah biasa tinggal mantep sama yang mana, habis perkara.

Tapi bukan tafsir mimpi atau kitab suatu agama yang ingin saya bahas kali ini. Saya juga bukan ingin menjawab tafsir mimpi tetangga meja yang katanya termasuk mimpi aneh.

Secara pribadi saya menerjemahkan secara bebas, tafsir adalah pemberian makna pada sesuatu yang masih memberikan teka-teki dengan maksud untuk memperjelas.

Seperti waktu saya menyusuri heritage yang ada di Kota Gede bersama presiden beserta juru sungging dari negeri antah barantah Ndoyokarto Hadiningrat kami menemukan sebuah warung makan yang memaksa calon pembeli (termasuk yang sedang ndoyok seperti kami) untuk berdebat disebelah utara Situs Watu Gilang yang legendaris bagi kerajaan Mataram Islam itu.

Apa tafsir yang anda berikan? Sebenarnya tinggal bagaimana cara bacanya saja. Warung Yen Selo So’ Tutup (Kalau luang kadang tutup) atau Warung Yen Seloso Tutup (kalau hari Selasa tutup)? Sebagai petunjuk waktu kami kesana hari Sabtu siang dan ditemukan warung dalam kondisi tertutup dan tentu saja acara isi perut dan icip-icip batal dengan suksesnya.

{ 15 comments }

Pemerkosaan Bahasa

by annots on January 2, 2008

Bukan hanya wanita yang menjadi korban, kosakata juga sering manjadi korban permerkosaan dengan memaksakan untuk digunakan dalam percakapan atau pergaulan sehari-hari. Kalau dulu jaman saya masih duduk di bangku sekolah teknik, “nge-dring dulu” adalah bahasa yang biasa digunakan kepala laboran untuk menawarkan minuman ke yang lainnya.

Lain lagi dengan akhiran “isasi” seperti yang digunakan pada kata “mobilisasi”, “organisasi”. Menurut kitab primbon bahasa Indonesia yang saya miliki, bahwa akhiran “isasi” sebenarnya bukan akhiran seperti “an” pada “ciuman”, atau akhiran “kan” pada “bayangkan”. Jadi mobilasasi adalah kata serapan yang lazim kita gunakan berasal dari bahasa Inggris “mobilization”, begitu pula dengan organisasi yang ternyata bukan berasal dari kata organ dibubuhi akhiran “isasi”, meskipun kata mobil dan organ juga terdapat dalam bahasa Indonesia. Jadi tepatkah kata “Bloggerisasi” sebagai jargon untuk mencapai 1 juta blogger di Indonesia di tahun 2008 -oleh oleh Pesta Blogger 2007-, atau “nDoyokisasi” untuk memasyarakatkan “nDoyok” dan mendoyokkan masyarakat.

Mendadak sok tehe -pepeng style- tentang perbahasaan karena saya merasa terusik campur geli ketika melihat hasil perburuan foto saya di Candi Prambanan bersama teman saya -kali ini bukan Komandan nDoyoker- akhir Desember kemarin. Dalam foto di bawah ini, bukan gadis yang ada dalam foto atau ibunya -yang keliatan tangannya pegang kamera- yang diperkosa, tetapi Headline metamorfosa atau kaleidoskop candi Prambanan pasca “Gempa” yang tak kalah menarik.

Saya menyebutnya sebagai salah satu bentuk promosi agar bahasa kita -yang diwakili “Gempa”- bisa diserap oleh pendatang dari luar negeri. Kata Gempa pada banner dengan tanda petik (”…”) memperjelas bukan karena salah cetak, atau salah pemilihan bahasa ketika merancang dan mencetak banner tersebut.

Saya bukan mau ngambil gambar si cewek, tetapi emang ceweknya aja yang ga mau pergi watu saya membidiknya.

Penginnya sih, kelak dalam kamus Oxford menjelaskan bahwa:

earthquake: see Gempa; a natural phenomenon that results from the sudden release of stored energy in the Earth’s crust that creates seismic waves.

 

{ 33 comments }