Kalo ditanya soal Liburan ala Blogger, jawabnya jelas takbiran sholat Ied, nyembelih kambing, makan-makan ala kurban, kemudian dilanjutkan hijrah ke Ibu kota.Pisah ranjang selama 6 hari dengan dashboard WP, membuat saya bisa menikmati kehijrahan saya ke kota metropolitan. Kepergian ke ibukota JELAS BUKAN karena menghindar dari kopdar beruntun yang di adakan di kota Gudeg ini.
Banyak cerita yang hampir lepas dari sel otak kalau saja tak segera di tambatkan di dermaga cerita yang berjuluk Blog ini. Dengan alasan ini juga maka saya akan menuliskan secara bersambung.
Penculikan berenca
Selasa, 18 Desember pukul 16.16 WIB, bersama sodara yang takut kambing meluncur ke daerah Sonosewu untuk menjemput korban, sebut saja bunga. Dengan awal yang tidak begitu manis karena saya harus tersesat ketika mencari rumah Didit. Dengan menggunakan sebuah mobil Kijang berplat merah, komplotan penculik pun menjemput seorang pelaku lainnya di daerah Ngabean.
Pukul 16.29 WIB, tiba di TKP langsung saja kami menjemput paksa bunga dengan perlakuan yang awalnya bersahabat namun tiba-tiba berubah menjadi sedikit brutal. Ya, bunga terpaksa harus di ikat dan digangbang angkut menggunakan mobil trayek dadakan milik Pemerintah (mobil plat merah –red).

Untuk menghilangkan jejak, salah satu pelaku harus diantar pulang. Konyolnya, belum sampai markas besar, bunga meronta-ronta dan lepaslah semua ikatan yang ada di kaki-kakinya. Walhasil selama perjalanan saya harus membujuk rayu bunga agar tetap sopan, mengingat dia sedang di dalam mobil pemerintah, harus khidmat.

Pembunuhan Berencana
Puas dengan Misi A, dilanjutkan ke misi B. Semua merapat di TKP untuk menyaksikan pelaksanakan pembantaian masal. Sadis memang, karena ditemukan kondisi korban dengan bagian terpisah. Diduga semua korban menjadi korban mutilasi oleh jagal berdarah dingin.
Dari sekian korban yang dibawa para agen, korban di bawah ini yang paling susah digiring ke TKP bersama korban yang lainnya, sebut saja mawar.
Dengan berlagak SASA (Sok Akrab Sok Asyik) saya bisikkan ke telinga korban “Jaminan masuk surga Nak!!” sambil menarik paksa tali yang mengikat di leher mawar.
Dan….
Innalillahi wa innailaihirojiun, telah pulang ke rahmatullah, bunga, mawar dan yang lainnya. Doa saya semoga kelak mereka bisa menjadi saksi pemiliknya, bahwa dia pemiliknya telah menyembelih (langsung maupun tidak) hawa nafsu yang (seharusnya ) tidak dimiliki manusia dan hanya dimiliki binatang. Dan dengan dagingnya, pemiliknya telah berbagi kasih sayang kepada sesama dengan membagi-bagikan kepada orang-orang di sekitar TKP.
Selamat jalan bunga, mawar dan yang lainnya. Maaf saya pun ikut menyantap daging kalian bersama orang-orang*) yang ada di bawah ini **).

*) Tidak termasuk yang menggunakan helm, karena sodara yang ini rada alergi sama bau parfum khas kambing
*) Dua lagi yang belum terlihat, amma dan dipto (sedang membidik para pelaku)
Tulisan terkait:
Kurban Pertama Saya
Kurban Bersama CA
Iedul Adha di Alun-alun Utara
Bersambung sodara….