by annots on January 13, 2008
Not aku pamit ya? Wish me luck 4 the best!
Titip candi prambanan ya
Begitu sms darinya semalam, mak jenggirat saya kaget campur haru tur bangga.
Mengapa Kaget?
Saya bener-bener ndak nyangka kalau tanggal 12 yang dia maksud waktu melakukan perjalanan ndoyok bersama Jengjeng Tour, di kawasan elit Kotagede beberapa waktu yang lalu adalah hari keberangkatannya ke Jakarta.
Sesal saya adalah ketika tawaran jengjeng kedua di Kotagede tanggal 1 Muharam kemarin saya tolak dengan suksesnya. Dengan dipameri Zam bahwa mereka telah membuktikan warung yang pintunya sempat menimbulkan tafsir yang berbeda-beda diantara kami.
Mengapa Haru?
Sejak saya tercebur dalam komunitas CahAndong Juni tahun lalu, terlalu banyak kenangan yang melibatkannya dalam perhelatan Kopdar, baksos, ndoyokâ˘. Menurut pengakuan dari seorang ahli arkeologi yang juga menyatakan dirinya sebagai sebagai Sultan Ndoyokarto Hadiningrat,
Saya bakal merindukan saat-saat seperti ini. Gojek kere bersama doyoker trainee, karena sebentar lagi ada yang meninggalkan Jogja ke Jakarta.
Ya, ndoyok is life style menurutnya. Saya cuma berpikir ndoyok di Jakarta itu jauh dekat pasti pake duit dan rumit, dari itu apakah dia masih bisa memekikan dengan lantang “Ndoyok is life style”??
Saya Bangga
Saya bangga bisa belajar banyak dari seorang yang humoris dengan gaya dan selera humor yang intelek seperti sampeyan.
Kalo dulu dia yang terusik dengan dongeng pengantar tidur dari sahabat yang pergi ke Jakarta, kini giliranku yang menuliskannya. Kelak siapa lagi yang akan menuliskan seperti ini tanpa farewell party?
Wish you luck for the best, Didit Kurniawan. Semoga kau dapatkan dotcom-mu disana, bukan diditbanget.com, bukan juga diditku.com bahkan bukan pula diditbilang.com.
Dan…, Candi Prambanan sudah saya titipkan ke Pak Satpam yang tiap hari jaga disana. Semoga kau dapatkan penawar stresmu di BHI karena banyak dokter spesialis jampi stress yang buka praktek setiap Jumat malam disana.
by annots on January 2, 2008
Bukan hanya wanita yang menjadi korban, kosakata juga sering manjadi korban permerkosaan dengan memaksakan untuk digunakan dalam percakapan atau pergaulan sehari-hari. Kalau dulu jaman saya masih duduk di bangku sekolah teknik, “nge-dring dulu” adalah bahasa yang biasa digunakan kepala laboran untuk menawarkan minuman ke yang lainnya.
Lain lagi dengan akhiran “isasi” seperti yang digunakan pada kata “mobilisasi”, “organisasi”. Menurut kitab primbon bahasa Indonesia yang saya miliki, bahwa akhiran “isasi” sebenarnya bukan akhiran seperti “an” pada “ciuman”, atau akhiran “kan” pada “bayangkan”. Jadi mobilasasi adalah kata serapan yang lazim kita gunakan berasal dari bahasa Inggris “mobilization”, begitu pula dengan organisasi yang ternyata bukan berasal dari kata organ dibubuhi akhiran “isasi”, meskipun kata mobil dan organ juga terdapat dalam bahasa Indonesia. Jadi tepatkah kata “Bloggerisasi” sebagai jargon untuk mencapai 1 juta blogger di Indonesia di tahun 2008 -oleh oleh Pesta Blogger 2007-, atau “nDoyokisasi” untuk memasyarakatkan “nDoyok” dan mendoyokkan masyarakat.
Mendadak sok tehe -pepeng style- tentang perbahasaan karena saya merasa terusik campur geli ketika melihat hasil perburuan foto saya di Candi Prambanan bersama teman saya -kali ini bukan Komandan nDoyoker- akhir Desember kemarin. Dalam foto di bawah ini, bukan gadis yang ada dalam foto atau ibunya -yang keliatan tangannya pegang kamera- yang diperkosa, tetapi Headline metamorfosa atau kaleidoskop candi Prambanan pasca “Gempa” yang tak kalah menarik.
Saya menyebutnya sebagai salah satu bentuk promosi agar bahasa kita -yang diwakili “Gempa”- bisa diserap oleh pendatang dari luar negeri. Kata Gempa pada banner dengan tanda petik (”…”) memperjelas bukan karena salah cetak, atau salah pemilihan bahasa ketika merancang dan mencetak banner tersebut.

Saya bukan mau ngambil gambar si cewek, tetapi emang ceweknya aja yang ga mau pergi watu saya membidiknya.
Penginnya sih, kelak dalam kamus Oxford menjelaskan bahwa:
earthquake: see Gempa; a natural phenomenon that results from the sudden release of stored energy in the Earth’s crust that creates seismic waves.
by annots on January 1, 2008
Roda yang berputar menggambarkan bahwa kehidupan ini masih harus terus dilanjutkan dengan hiruk pikuk laju adrenalin di dalam tubuh. Riuh persiapan hanya untuk menyambut kedatangan sang fajar di sebuah lembaran yang baru, dengan harapan yang baru dan semangat yang baru.
Saya yang masih duduk terdiam disudut kamar, memikirkan apa yang musti dikerjakan untuk mengahadapi datangnya sebuah “buku” yang masih bersih, akankah saya kotori lagi dengan kisah kehidupan yang berantakan penuh noda hitam?
Selayaknya “buku baru” ini kita sambut dengan sebuah perubahan, perubahan yang lebih baik tentunya. Siapkan pena dan tulislah kisah hidupmu dengan seindah mungkin, dan jika ada goresan yang menodai lembaran buku itu, segera hapus dan tuliskan “Akankah saya mengulanginya lagi…” layaknya “Manusia bodoh”.
“366 lembaran” yang menyambut kita esok pagi, adalah harapan. Harapan untuk menjadi lebih baik dari tahun dari sebelumnya.
Kawan, mari berbenah bersama. Harapan tanpa usaha is nothing bukan? Semoga hujan yang mengguyur Jogja dipenghujung tahun 2007 ini mampu membasahi hati yang sudah kering ini untuk menyambut hati yang bersemi esok pagi. Padamnya listrik sore ini, semoga tidak memadamkan semangat kita untuk berjuang menjadi makhluk yang berguna bagi lingkungan dan tidak lagi selalu menyalahkan “Global Warming” dalam berbagai bencana yang menimpa di negeri ini tetapi salahkan oknum dibalik “Global Warming“.
Jika Candi Prambanan saja bersolek untuk menyambut datangnya tahun baru, mengapa hati kita tidak?
Selamat Tahun Baru 2008, semoga sukses selalu dalam genggaman kita semua.
