DICARI! Penghuni JOGJA Terbaik!

by annots on April 28, 2008

Banyak orang luar melirik kota Jogja sebagai kota persinggahan di akhir pekan atau hari libur lainnya.  Entah apa alasan pastinya, tetapi banyak orang bilang suasana jogja lah yang membuat mereka kesengsem, jatuh cinta, kasmaran dengan kota itu.

Sudut-sudut kota jogja memang memiliki ciri khas tersendiri.  Namanya saja khas, jelas tidak akan ditemukan di kota lain tentunya.

Bagaimana dengan orang (asli) jogja sendiri?  Setahu saya mereka justru melirik kota besar lainnya untuk sekedar mencari rupiah yang lebih besar.   Mungkin oleh sebab itulah, sulit mencari penghuni jogja yang benar-benar mengenal kota jogja, kemudian memberitakan kepada lainnya, “Ini lho Jogja, punya malioboro, punya candi ijo, punya ini dan itu.”.

Dan disuatu waktu terpilihlah seseorang itu untuk dinobatkan sebagai Penghuni Jogja Terbaik.  Dialah Zam, yang pada akhirnya di daulat untuk menjadi Warga Nomor WAHID di kota tersebut.  Saya beranggapan ada hubungan yang melekat antara Zam dengan Jogja, bahkan melibihi hubungan antara anak dan orang tuanya.   Mungkin Zam sendiri beranggapan candi dan museum adalah tempat bermain dengan anak-anak lainnya.  Ya, bermain apa saja bakiak, congklak, sudamanda, petak umpet seperti lumrahnya anak-anak lainnya.

Banner official Zam

Kemahiran beliau dalam menguasai pemetaan tempat eksotik di Yogyakarta dan sekitarnya, membuat rakyat jelata menginginkan beliau menjadi Sultan ndoyokarta hadiningrat seumur hidup.  Aura yang terpancar dari tubuhnya mencerminkan dialah yang menerima wahyu keprabon di kasultanan “ndoyokarto hadiningrat”.  Dari auranya, Siapa saja pasti mengenal dari gaya fotonya. Bahkan di sebuah foto siluet sekalipun orang pasti mengenal “Itu pasti Zam”.  

Hari ini, terhembus kabar kabur, orang nomor satu di CahAndong itu berangkat ke Jakarta.  Kali ini dia tidak sedang berperan sebagai Tong Zam Chong yang berangkat ke barat untuk mengambil kitab suci, melainkan untuk mencoba babad alas di kota yang dipenuhi elit politik itu.  Berebut rupiah dengan elit politik.  Mengapa saya setarakan level Zam dengan Elit Politik?  Dari intertainment CahGosip, gajinya di Jakarta tak jauh beda dengan uang sidang yang diterimakan anggota DPR.

Kezamnya Jakarta

Terlalu banyak kenangan bersama Zam, sampai saya lupa tentang apa yang ingin saya tuliskan disini.  Saya belajar banyak dari Zam.  Banyak hal yang belum kita lakukan untuk kota ini, semangat guyonmu akan terus dan tetap mengalir dalam jiwa para jelata.  Kami merindukanmu.   Jogja pasti bangga, mempunyai penghuni sepertimu.

DICARI! Penghuni CahAndong terbaik! *semua telunjuk menunjuk Zam*

{ 28 comments }

Persepsi anak pak tani

by annots on April 23, 2008

Gonjang-ganjing perguruan tinggi yang membuka jurusan Pertanian sudah terasa sejak beberapa tahun terakhir. Apa pasal? Animo pedaftar untuk menjadi mahasiswa pertanian menurun drastis. Bahkan ada beberapa perguruan tinggi yang nyaris gulung tikar karena dalam satu tahun hanya ada 5 orang mahasiswa baru.

Menurut pengakuan dari beberapa anak muda yang masih mencari bangku kuliah, mereka enggan memilih jurusan Pertanian karena (sepertinya) identik dengan urusan lumpur sawah, cangkul dan bajak-membajak. Kotor, kumuh dan bisa jadi gatelen (gatal-gartal) akibat terlalu sering ke sawah dan parahnya bayang-bayang gagal panen selalu membayangi karena tidak menentunya musim di bumi dalam dekade ini.

Kenapa tidak terpikirkan, semakin habisnya tenaga ahli dibidang pertanian di Indonesia yang sudah semakin udzur dan memungkinkan untuk segera ada penggantian? Setahu saya yang awam pertanian, pertanian di perguruan tinggi tidak mengajarkan bagaimana cara mencangkul, tetapi bagaimana cara memproduksi cangkul mengolah tanah yang baik.

Lima tahun ke depan, bisa saja tenaga ahli di departemen pertanian Indonesia banyak yang masuk usia pensiun, kesempatan bagi mahasiswa pertanian untuk mengambil alih posisi. Masih minat bergabung dengan anggota PNS kan?

Artinya peminat bidang pertanian yang sedikit akan menciptakan persaingan seminimal mungkin untuk memperoleh pekerjaan. Andai saja saya memiliki waktu 48 jam per hari, saya mungkin sudah terdaftar sebagai mahasiswa pertanian.

Namun, di lain sisi di tengah kerinduan masyarakat tentang swasembada pangan, lahan pertanian semakin ciut dengan didirakannya proyek pembangunan industri. Ini yang yang sungguh sangat disayangkan. Kebijakan pemerintah tentang pengembangan lahan industri sangat memprihatinkan.

Declaimer: Tulisan ini tidak bermaksud untuk promosi atau bahkan sampai menyinggung oknum tertentu.

{ 16 comments }

Venus

by annots on April 7, 2008

Ngeblog hanya sekedar untuk keseimbangan katanya. Sekarang saya tau maksud dari kalimat simbok yang itu.

Mau tau alasannya ?

Jelas, kegiatan ngeblog mungkin adalah sekedar iseng-iseng berhadiah. Berhadiah teman, berhadiah wawasan bahkan berhadiah tudingan suara sumbang. Sudah dapat hadiah, uang masih saja mengalir ke brankas, kemudian dipindah ke safety box dan kegiatan ngeblog tetap berjalan. Sungguh menyenangkan.

Dibaliho cukup besar ini tertulis Selain usaha spa, adalah sebuah gerai busana muslim di bilangan Gedongkuning, Yogyakarta. Bloger wanita dibalik balutan busana muslim itu adalah pemiliknya.

Saya pribadi kurang tau alasan mengapa simbok memilih Yogyakarta, mungkin jika kelak Pesta Bloger jadi diadakan di Yogyakarta bisa dijadikan markas bloger luar kota sekalian promosi busana koleksinya. Padahal bisa saja keputasannya itu akan menjadi bumerang. Bagaimana tidak? Zam, Antobilang atau bloger yang lainnya bisa saja berbalik meminta diskon ketika belanja disana dengan alasan sering berkunjung ke blog pemiliknya?

Monetizing blog mungkin kurang menguntungkan bagi mereka yang sudah memiliki sumber “penopang” brankas. Usaha berkelas seperti ini bisa saja menghasilkan duit yang tidak hanya meteran, tetapi bahkan seperti keran yang bisa mengalirkan rupiah.

Seorang bloger bisa saja menyembunyikan brand usaha mereka ketika nulis di blog, tetapi tak jarang usaha seperti itupun kandas dengan suksesnya ditangan bloger yang lain.

Statement “bloger itu penipu pembohong” ternyata bukan saja populer akhir-akhir ini, dan parahnya justru seorang pakar blog sendiri yang mengatakannya ketika membahas ladang rupiah milik beberapa bloger. Dan kalau sekarang muncul lagi, sepertinya kok sudah basi, ya to?

Gerai venus di jalan Gedong kuning, Yogyakarta

Mbok, baju yang simbok pake waktu kopdar ada yang dipajang dan dilelang disitu ndak?

{ 22 comments }