Sejenak diam
Kepada yang mulia abdi negara dan atau petinggi perusahaan, satu hal yang menjadi pertanyaan kami untuk dipikirkan sebelum tidur. Mengapa ketika melihat film Ayat-ayat cinta sampai meneteskan air mata sedangkan tidak ketika melihat rakyat dan atau bawahan menderita?

Ketika kata tak lagi bermakna, mengapa tidak mencoba diam saja. Paling tidak untuk sejenak menahan untaian janji palsu (menjelang pemilu).
PS: Terkhusus untuk Jawa Tengah, Indonesia dan saya sendiri

