From the category archives:

blusukan

Per detik, per hisap sampai puasss

by annots on March 14, 2008

Memang sudah saatnya konsumen dimanjakan dengan berbagai pilihan produk.  Tersedia satu pilihan, bisa bisa disebut monopoli.   Terlepas dari kualitas dan pelayanan servisnya, akhir-akhir para produsen beradu domba memikat pilihan konsumen. Tidak hanya penyedia jasa telekomunikasi yang perang tarif, yang dihisap-hisap pun tak mau kehilangan momentum.   Kok bisa?  Entahlah, saya cuma berhasil mengabadikan gambarnya saja tanpa wawancara kepada simbah yang punya toko, terlebih lagi untuk mencoba menghisapnya.

Murah saja, cukup 25 rupiah per hisap, semakin sedikit hisapan untuk menghabiskan batang rokok yang disulut, semakin murah harganya.  Tinggal dikalikan saja.  Kalau harga rokok sudah ada yang per detik hisap apa saya akan merokok? Tidak, biarlah saya dibilang sebagai manusia yang ikut merugikan petani tembakau, karena saya tidak ikut membakar tembakau mereka.

Murah, Per hisap 25 rupiah

Lantas bagaimana dengan tarif barang yang dihisap-hisap lainnya? Saya kurang tahu. Yang saya tahu gaji PNS akan naik ditahun ini.  Tentu saja sudah lumrahnya, kenaikan gaji ini akan diikuti merangkaknya harga kebutuhan yang lain.

“Sudah saatnya kita mengencangkan ikat pinggang Kang”, kata saya kepada kang kenthus .

“Mengencangkan boleh, asal jangan terlalu kencang.  Bisa-bisa malah putus pinggangnya.”, jawabnya sambil menyulut sebatang rokok ditangannya.

***

Gambar diambil diwarung samping apartemen merah gejayan. 

{ 31 comments }

Warung HOROR

by annots on February 12, 2008

Akitifitas makan terasa begitu enak ketika kita berada ditempat yang nyaman, bersih dan suasana mendukung. Tentu saja menu makanan yang murah atau mahal belum jaminan terasa enak di lidah.

Pernah liat atau denger cerita penjual bakso yang mangkal di pinggir jalan kemudian didatangi pembeli yang ternyata adalah sundel bolong/kuntilanak? Itu sih adanya cuma di pilem.

Ada tetangga saya yang pernah diajak pergi melalanglang buana dara -tentu saja dunia lain- bersama dua sosok misterius tinggi dan berpawakan hitam disaat hari menjelang maghrib. Dari dia, saya dapet cerita bahwa dia ditawari makan tetapi setelah diamati hanyalah sepiring nasi -yang berisi pasir- dengan bakmie -yang katanya cacing hidup- di atasnya dan ia pun tak mau memakannya (true story).

Tapi lain halnya ketika yang terjadi adalah suasana makan terusik karena penjual ternyata adalah keturunan “DHEMIT” (sebangsa makhluk halus) atau koleganya? Tentu hal ini akan membuat bulu kuduk berdiri dan segera kita tinggalkan warung itu. Kecuali bagi yang sengaja mencari wangsit, sekedar tanya lotre besok pagi yang keluar berapa atau datang dengan kondisi perut benar-benar lapar.

Untung warungnya buka siang, kalo pas malam hari apa ndak tambah semegrik? Kalau sampean tertarik untuk njajal masakannya silakan cari alamat “jalan raya jatinom klaten”, jalur ini merupakan jalur alternatif Boyolali - Klaten. Saya sih cukup numpang lewat saja.

“Mbah dhemit” mungkin hanyalah julukan atau nama panggilan akrab seseorang, bukan makhluk halus beneran tentunya.

{ 37 comments }

Andakah Pemilik Bekisar Selanjutnya?

by annots on January 28, 2008

Hari ini saya, membaca beberapa bloger yang bercerita tentang Bloger Bekisar, meskipun jumlahnya belum ada apa-apanya dibandingkan jumlah tulisan meninggalnya H.M Suharto yang mendominasi blogsphere dan layar tipi. Tetapi ya ndak apa-apa, kalo berharap Bekisar bisa nongol di tipi, nunggu ada reporter tipinya ngeblog dulu mungkin kali ya hehehehe…

Seperti blonjo kupat oktober lalu, saya akan menuliskan cerita bagaimana ada bekisar yang bisa menetas diantara bloger jogja.

Kalau biasanya ayam akan menetas setelah dierami 21 hari, telur bekisar ini cukup dierami cukup 10 hari.

18 Januari 2008

Pada kopdar jumat malam itulah gagasan bersih-bersih pantai ditelurkan. Mereka yang membidani keluarnya telur ini adalah antobilang, amma dan cowoknya adiknya, zam, kang Gandung, Funskhit, Sandal, Ekowanz, Alex, Rudy Gunawan, Leksa, Tikabanget dan saya, semoga ga ada yang terlewatkan dalam daftar hadir.

19 Januari 2008

Pemilik gagasan pun langsung menuliskan sebuah ide sosial, dan ternyata cukup efektif untuk mencari sandal bekas, melihat banyaknya ditemukan sandal bekas dalam acara tersebut entah disengaja atau bukan.

20, 21, 22 Januari 2008

Menteri urusan Kopdar Kabinet Jengjeng Bersatu, memberikan siaran pers melalui blognya dan meresmikan bannernya. Dan menuliskan mengapa dinamai Bloger Bekisar dan alasan diadakan acara ini dua hari berturut2 setelah siaran pers.

24 Januari 2008

Dukungan bloger untuk acara ini mulai dapat dirasakan atmosfirnya. Tidak tanggung-tanggung sebuah armada bus dibajak disewa untuk mengangkut bloger yang tidak membawa sepeda motor. Meskipun pada akhirnya sampah hasil perburuan juga ikut masuk ketika pulang dari Pantai Pandansari, hehehehe

skip, skip, skip… banyak kopdar pendukung yang tidak saya ikuti dari pada saya salah tulis mending ndak saya tulisken disini.

26 Januari 2008

Menteri keuangan pun kemudian membentuk bloger KORUP (Komisi Urusan Pangan) dalam acara Bloger Bekisar tersebut, yang beranggotakan sandal, antobilang, Zam, funkshit dan saya. Tenang sodara-sodara tidak ada yang korupsi diantara kami, kami selalu patungan untuk acara makan siang dan makan malam dan menggunakan uang kami sendiri. Kalo ndak percaya bisa dilakukan audit, kalo perlu KPK juga diundang.

Jajaran Bloger KORUP sedang mejeng nunggu SPG pulang kerja

27 Januari 2008

Hari yang dinanti pun tiba, pelataran benteng Vredeburg ramai dengan orang-orang yang sedang menikmati hari libur mereka. Saya yang menjanjikan akan mengikuti penambangan vitamin A (baca: cuci mata) pun gagal datang jam 6 pagi. Konyolnya selain bangun kesiangan, saya juga harus pergi ke ATM karena sampe SPBU lupa ndak bawa uang sepeser pun padahal bensin sudah terlanjur masuk ke tangki motor, fyuuuh….

Akhirnya sekitar jam 10 kami sampai di pantai. Setelah memastikan kondisi sepeda motor orang nomor satu di Kasultanan Ndoyokarto Hadiningrat (baca: Zamroni) yang mendapatkan musibah ban bocor ditengah rute pendoyokan (ini salah satu pemerkosaan bahasa bukan?).

Acara dipantai bagaimana? Ya seperti yang direncanakan acara bersih-bersih pun dimulai. Dan hampir 30 orang bloger turut membidani menetasnya telur bekisar.

Kami sadar apa yang kami lakukan bukanlah apa-apa. Paling tidak kami sudah menetaskan satu bekisar di Yogyakarta. Selanjutnya tinggal ditunggu saja akankah bekisar-bekisar yang lain juga akan menetas di Indonesia.

Saya mewakili Pemerintahan Kabinet Jengjeng Bersatu Kasultanan Ndoyokarto Hadiningrat, mengucapkan terima kasih kepada insan bloger yang sudah memberikan dukungan dalam acara ini, baik yang turut terjun langsung dalam acara, dukungan moral dan materi ataupun yang sudah berkenan memberikan doa.

Saya yakin tidak akan ada alamat blog kita dalam buku sejarah anak cucu kita kelak, tapi saya yakin apa yang telah kita lakukan akan dicatat oleh malaikat juru catat amal baik.

Pastikan, anda adalah pemrakarsa Bloger Bekisar selanjutnya, di pantai-pantai kesayangan anda!

{ 46 comments }