From the category archives:

Asal usil

Warung Tenda Kolonel Ituh

by annots on January 25, 2008

Siapa yang tidak kenal seorang balibul yang ada dibalik blog colonelseven. Dia jugalah dulu yang mengangkat sebuah event yang beken dengan nama muktamar Bloger waktu jaman rame-ramenya pesta bloger di ibu kota sana.

Saya tidak tau apakah tulisannya dialog tentang saran kepada ibu itu adalah benar adanya. Hanya bedanya hewan yang di jual beda antara praktik di lapangan dan yang ada dalam perbincangan itu.

Kemungkinan lain adalah sang kolonel mengganti daging Bebek, menjadi Daging Kambing setelah dia mengikuti penyerahan kambing dalam kegiatan sosial Bloggers for Bangsari.

Mengapa kok tiba-tiba saya nulis tentang Balibul? Karena saya ada rasa sama dia? Ohh… jelas bukan, saya masih normal dan bukan pecinta sesama jenis. Tulisan ini terpublish dengan suksesnya karena disaat kondisi saya yang ngambang bin bimbang pulang dari sawah, menjumpai sebuah warung tenda yang di bilangan babarsari Yogyakarta.

Ada yang tau dimana letak warung tenda balibul 1?

{ 38 comments }

Sepi On

by annots on January 14, 2008

Ribut-ribut tentang spion lengkap (kanan-kiri) di kota sebelah ternyata menjadi sebuah efek domino ke kota Klaten. Di akhir 2007 kemarin Polres Klaten menertibkan pengendara sepeda motor untuk memasang spion lengkap selain aturan menyalakan lampu disiang hari yang sudah lama diterapkan di kota tersebut.

Saya pun serta merta langsung bongkar almari dan mencari spion sebelah yang sudah lama saya tanggalkan karena dulu di cap lucu, wagu karena bentuknya yang seperti dua tangan yang menengadah berdoa.

Ya waktu itu saya kalap, dan langsung melepas spion sebelah kiri. Namun dengan adanya peraturan di kota yang hampir setiap malam saya lalui, saya lebih memilih mentaatinya dari pada saya berurusan lagi dengan bapak yang berseragam dengan gagahnya di setiap pos penjagaan.

Alhasil ketika saya wira-wiri jalan ke sawah, ya terjadilah cemoohan, dan kawan-kawan semacamnya karena dua spion yang saya pasang.

Tetapi, jangan salahkan saya kalo ternyata kota ini (jogjakarta — saya), sebentar lagi juga menerapkan aturan ini. Menurut informasi yang saya dapatkan dari seorang yang berprofesi di salah satu kesatuan polisi di Yogyakarta, peraturan ini mulai di berlakukan di Yogyakarta mulai tanggal 15 Januari 2008.

Entah benar atau tida, kita lihat saja besok yang penting saya sudah mempersiapkan sedini mungkin. Ya bisa dibilang tulisan ini semacam early warning bagi pembaca yang akan atau setiap hari ikut meramaikan lalu lintas di Yogyakarta. Toh nyatanya dua spion memang dibuat dari pabriknya, ya seperti kita yang dikaruniai dua telinga atau dua mata titipan dari Sang Pencipta.

Asal muasal kata Spion

Oh iya mengapa judul tulisan ini Sepi-on, yah namanya juga orang jawa (saya maksudnya) suka ngutak-atik kata. Jadi asal muasal kata sepion adalah karena fungsi dasar dari spion pada kendaraan adalah untuk melihat kondisi jalan di belakang kita tanpa menoleh atau hanya dengan melihat kaca spion. Kalo lalu lintas sepi, boleh lah kita langsung mak kluwer belok. Seperti saklar pompa air kalo On, airnya bisa ngalir (kecuali kalo pompanya emang rusak). Jadi kalo sepi boleh langsung On belok dengan suksesnya.

Yakin analisa asal kata spion diatas adalah resmi dari saya sendiri, jadi kalo mau percaya ya monggo kalo ndak percaya itu lebih baik :lol:
Akhirnya, selamat berkendara dengan nyaman semoga selamat sampai tujuan!

{ 39 comments }

Senyum Pasti Pas

by annots on January 12, 2008

Katanya senyum itu ibadah? Ya itu benar. Sampai-sampai pertamina pun memasang iklan di sebuah koran lokal di Yogyakarta tentang layanan yang sedianya cukup melegakan bagi yang ingin berlama-lama ngisi bahan bakar. Meskipun SPBU Pasti pas sudah lama diluncurkan oleh Pertamina (berdiri sejak 2007 *apa ndak capek berdiri terus*) ndak jadi soal kalo saya nyempret-nyempret nulis soal itu lagi.

Yang pasti pas kira-kira senyum petugas dimata pelanggan, takarannya, uang kembalian atau apanya?

Blogger penggemar dan ahli komen pertamax, ndak bosen kalau ngantri postingan baru demi sebuah komen pertamaxnya ditemani mbak-mbak yang sengaja bersolek untuk pelanggan pertamax dan atau produk pertamina lainnya.

Himbauan dari pemilik SPBU blog bahwa pertamax habis pun bisa jadi tidak dihiraukan kalau petugas SPBUnya selalu bersolek dan tersenyum demi kepuasan pelanggan sertifikat Pasti Pas.

Untuk membuktikan bahwa iklan tersebuat murni HOAX atau bahkan bertolak belakang dengan kenyataan (petugas SPBU yang mayoritas laki-laki bukan perempuan seperti model dalam iklan) mari bersama-sama kroscek ke SPBU yang disebutkan dalam daftar berikut.

Kesimpulan cekak saya -dengan tidak bermaksud menjelekkan profesi petugas SPBU- tunjangan pegawai SPBU seyogyanya ditambah satu lagi sejak diluncurkannya program ini yaitu seperangkat alat kosmetik dan satu paket perawatan spa setiap bulannya bagi semua karyawan, baik laki-laki maupun perempuan :D

{ 16 comments }