From the category archives:

Ada ada saja

Ini Khusus Dewasa

by annots on January 18, 2008

Tolok ukur dari kedewasaan bukan hanya dari semakin bertambah banyaknya umur atau datangnya uban yang sudah menggelayut di kepala. Lantas, bagaimana cara mengetahui seseorang dewasa atau tidak? Jelas sangat sulit kalo hanya melihat sepintas saja.

Orang-orang yang merasa dewasa, lantas mengiyakan apa yang dimauinya dengan dalih “Sayakan sudah dewasa”. Kejadian seperti ini dulu biasanya banyak dialami ABG yang menunggu datangnya usia 17 tahun (sweet seventeen atau apalah namanya) biar ndak terbentur soal perijinan dari orang tua. Jelas ijin pacaran tentunya, selain ijin yang membatasi minimal 17 tahun lainnya. Lantas bagaimana dengan ABG sekarang? Ya kita bisa lihat kunci jawabannya di sekitar kita.

Status “Dewasa” sering menjadi sasaran, terget atau mangsa pasar pihak produsen. Saya tidak akan menyebutkan produk-produk apa saja yang membubuhkan label “Khusus Dewasa” atau “17+” dalam setiap kemasan produknya.

Saya hanya ingin menginformasikan tentang apa yang saya lihat kemarin sore di sebuah jalan di bilangan Papringan Yogyakarta. Ya sebuah iklan yang ditempel di gapura masuk, tentang adanya produk baru di Yogyakarta. Mungkin bagi yang sudah bosan dengan tontonan tv jaman sekarang dan sudah mengaku dewasa bisa pindah ke JOGJA dan mencoba produk ini.

Merupakan satu alternatif yang benar-benar tidak saya bayangkan bisa hadir di Jogja yang konon adalah kota yaang kaya dengan kultur budaya jawa yang menjunjung tinggi nilai sopan santun.

Lantas, saya bertanya “Sudahkah produk ini masuk di kota Anda?”.

{ 34 comments }

Tafsir

by annots on January 9, 2008

P.S : Pembaca yang budiman, tulisan berikut memerlukan tafsir tentang inti tulisan ini, lha wong saya juga bingung ini tulisan apa :D
Jujur saja dulu saya termasuk orang yang pernah bermimpi kemudian mencari tafsir makna dari mimpi yang dialaminya ke buku primbon atau yang lebih canggih. Dan sebagai konsekuensi karena saya manusia biasa yang tidak memiliki daya linuwih (kelebihan) bisa saja tafsir yang diberikan ada yang sama ada pula yang berbeda, itu sudah biasa tinggal mantep sama yang mana, habis perkara.

Tapi bukan tafsir mimpi atau kitab suatu agama yang ingin saya bahas kali ini. Saya juga bukan ingin menjawab tafsir mimpi tetangga meja yang katanya termasuk mimpi aneh.

Secara pribadi saya menerjemahkan secara bebas, tafsir adalah pemberian makna pada sesuatu yang masih memberikan teka-teki dengan maksud untuk memperjelas.

Seperti waktu saya menyusuri heritage yang ada di Kota Gede bersama presiden beserta juru sungging dari negeri antah barantah Ndoyokarto Hadiningrat kami menemukan sebuah warung makan yang memaksa calon pembeli (termasuk yang sedang ndoyok seperti kami) untuk berdebat disebelah utara Situs Watu Gilang yang legendaris bagi kerajaan Mataram Islam itu.

Apa tafsir yang anda berikan? Sebenarnya tinggal bagaimana cara bacanya saja. Warung Yen Selo So’ Tutup (Kalau luang kadang tutup) atau Warung Yen Seloso Tutup (kalau hari Selasa tutup)? Sebagai petunjuk waktu kami kesana hari Sabtu siang dan ditemukan warung dalam kondisi tertutup dan tentu saja acara isi perut dan icip-icip batal dengan suksesnya.

{ 15 comments }

Pembantaian berencana

by annots on December 27, 2007

Kalo ditanya soal Liburan ala Blogger, jawabnya jelas takbiran sholat Ied, nyembelih kambing, makan-makan ala kurban, kemudian dilanjutkan hijrah ke Ibu kota.Pisah ranjang selama 6 hari dengan dashboard WP, membuat saya bisa menikmati kehijrahan saya ke kota metropolitan. Kepergian ke ibukota JELAS BUKAN karena menghindar dari kopdar beruntun yang di adakan di kota Gudeg ini.

Banyak cerita yang hampir lepas dari sel otak kalau saja tak segera di tambatkan di dermaga cerita yang berjuluk Blog ini. Dengan alasan ini juga maka saya akan menuliskan secara bersambung.

Penculikan berenca

Selasa, 18 Desember pukul 16.16 WIB, bersama sodara yang takut kambing meluncur ke daerah Sonosewu untuk menjemput korban, sebut saja bunga. Dengan awal yang tidak begitu manis karena saya harus tersesat ketika mencari rumah Didit. Dengan menggunakan sebuah mobil Kijang berplat merah, komplotan penculik pun menjemput seorang pelaku lainnya di daerah Ngabean.

Pukul 16.29 WIB, tiba di TKP langsung saja kami menjemput paksa bunga dengan perlakuan yang awalnya bersahabat namun tiba-tiba berubah menjadi sedikit brutal. Ya, bunga terpaksa harus di ikat dan digangbang angkut menggunakan mobil trayek dadakan milik Pemerintah (mobil plat merah –red).

Foto bersama korban di TKP

Untuk menghilangkan jejak, salah satu pelaku harus diantar pulang. Konyolnya, belum sampai markas besar, bunga meronta-ronta dan lepaslah semua ikatan yang ada di kaki-kakinya. Walhasil selama perjalanan saya harus membujuk rayu bunga agar tetap sopan, mengingat dia sedang di dalam mobil pemerintah, harus khidmat.

Mejeng bersama korban

 

Pembunuhan Berencana

Puas dengan Misi A, dilanjutkan ke misi B. Semua merapat di TKP untuk menyaksikan pelaksanakan pembantaian masal. Sadis memang, karena ditemukan kondisi korban dengan bagian terpisah. Diduga semua korban menjadi korban mutilasi oleh jagal berdarah dingin.

Dari sekian korban yang dibawa para agen, korban di bawah ini yang paling susah digiring ke TKP bersama korban yang lainnya, sebut saja mawar.

Dengan berlagak SASA (Sok Akrab Sok Asyik) saya bisikkan ke telinga korban “Jaminan masuk surga Nak!!” sambil menarik paksa tali yang mengikat di leher mawar.

Dan….

Innalillahi wa innailaihirojiun, telah pulang ke rahmatullah, bunga, mawar dan yang lainnya. Doa saya semoga kelak mereka bisa menjadi saksi pemiliknya, bahwa dia pemiliknya telah menyembelih (langsung maupun tidak) hawa nafsu yang (seharusnya ) tidak dimiliki manusia dan hanya dimiliki binatang. Dan dengan dagingnya, pemiliknya telah berbagi kasih sayang kepada sesama dengan membagi-bagikan kepada orang-orang di sekitar TKP.

Selamat jalan bunga, mawar dan yang lainnya. Maaf saya pun ikut menyantap daging kalian bersama orang-orang*) yang ada di bawah ini **).

*) Tidak termasuk yang menggunakan helm, karena sodara yang ini rada alergi sama bau parfum khas kambing :D *) Dua lagi yang belum terlihat, amma dan dipto (sedang membidik para pelaku)

Tulisan terkait:
Kurban Pertama Saya
Kurban Bersama CA
Iedul Adha di Alun-alun Utara

 

Bersambung sodara….

{ 22 comments }