From the monthly archives:

December 2008

Udah Gede Kok Kena Cacar Air?

by annots on December 31, 2008

Tanggal merah banyak tersenyum di akhir tahun 2008 ini, berderet-deret bahkan beruntun.  Dimana saya kala itu?  Bah, saya cukup di rumah, banyak istirahat sesuai dengan petunjuk ibu dokter.  Demam 3 hari yang saya alami awalnya saya pikir ini gejala typus atau kalau ndak justru lebih parah yaitu DB.  Terlepas dari ilmu duga-duga yang saya pake ternyata baru terjawab pada hari ke-3.

Awalnya muncul bintik-bintik di beberapa bagian tubuh, sedikit dan seperti tetesan embun.  Dari sini baru diketahui bahwa varicella sedang bersama saya.  Tak secantik namanya varicella adalah nama lain dari cacar air atau cangkrangen dalam bahasa Jawa.  Alamak, saya sudah segede ini kena penyakit yang menimpa beberapa teman saya kala sekolah dulu (baca: masa anak-anak).  Ternyata saya salah duga, varicella bisa menyerang segala usia.

Informasi tentang penyakit ini banyak saya dapat dari blog Cakmoki, setidaknya saya tau apa yang boleh dan apa yang sebaiknya dihindari selama varicella bersama saya.  Lima belas hari varicella bersama saya, kini sudah kering dan beberapa sudah mulai mengelupas dengan sendirinya.  Selama itu pula saya banyak berdiam diri di rumah, nafsu makan hampir-hampir lenyap setelah beberapa mulai muncul di lidah.

Duh Gusti, begitu  sakit rasanya ketika Kau ambil sedikit nikmat yang Kau berikan pada hambamu.

Jenuh!  Demikian kata yang bisa mewakili ungkapan di penghujung tahun 2008 ini.   Selain embel-embel ciken kopdar ternyata saya juga kena chicken pox (nama lain cacar air).

{ 18 comments }

Bebas berekspresi dengan yang berbayar

by annots on December 10, 2008

“Selamat ya mas, CahAndong masuk di Harjo“, sapanya mengucapkan selamat kepada saya kemarin pagi.  Saya sendiri malah baru tahu dari beliau kalau berita tentang CahAndong sudah masuk.  Wawancara berlangsung di acara Juminten dan saya tidak datang waktu itu, jadi jelas tidak akan ada foto saya di koran baru itu.

Pak Heru, adalah kepala bagian di unit tempat saya bekerja. Sebenernya tidak hanya saya, tapi juga Nak mas yang lucu itu juga bekerja ditempat yang sama.  Aktif sejak bulan September yang lalu, tetapi sudah akrab berkat keramahannya.  Saya nulis begini bukan sedang nggombal dan suatu pengharapan tetapi memang demikian Pak Heru dalam kesehariannya, care terhadap anak buah.

Awalnya hanya dari ngobrol santai usai jam kerja, dan sampailah ketika pembicaraan sudah mulai mengarah soal mengapa harus punya dotcom sendiri.  Dengan berbagai jurus ndak mutu ala kadarnya saya bujuk habis-habisan agar beliau memindahkan blog lamanya dengan yang berbayar.  Seperti apa dan bagaimana jurus saya sepertinya ndak etis, karena ini adalah rahasia perusahaan :D

Dan tadi pagi, ternyata beliaunya sudah melaunching blog pribadinya, dot-com pula.  “Lebih bebas melakukan eksperimen”, begitu alasan utamanya.  Harapan saya sih semoga memang demikian, bukan karena bujuk rayu anak buah yang selalu datang terlambat berangkat kerja seperti saya :lol

Tau begini, pasti akan saya tawari juga berangkat ke Pestablogger bulan Nopember kemarin kan saya jadi tidak ketar ketir jadi “buron” waktu peninggalkan pekerjaan di Jogja.

Selamat Pak atas rumah barunya :)

{ 8 comments }