(H)arus Mudik

by annots on September 22, 2008

Mudik™ - Satu lagi yang tidak bisa ditemui di negara-negara lain yakni tradisi pulang kampung masal menjelang lebaran.  Seperti tak mengenal strata, derajat seseorang gejolak mudik menyerang siapa saja yang jauh dari daerah asal.  Besarnya rasa rindu akan kampung halaman, membuat para mudiker (saya sebut demikian) rela membelah jalan raya dengan cara apapun, dan berapapun harganya.  Kenaikan harga tiket, atau pas kedapetan apes harus bertransaksi dengan calo.  Baik mengendara sepeda motor atau bajaj pun dilakoni mudiker dengan harapan dapat merayakan lebaran di rumah bersama keluarga nantinya.

Mudik™ selalu demikian dari tahun ketahun, selalu ada keterlambatan jadwal kereta, selalu ada kemacetan di sepanjang Pantura dan selalu ada haru ketika bisa bertemu dengan keluarga.  Satu lagi selalu ada arus Balik setelah lebaran usai.

Bagi daerah yang dituju, mudik adalah salah satu bagian dari siklus ekonomi.  Peredaran uang tidak hanya berkutat di Ibu kota, namun juga di daerah.  Tingkat belanja masyarakat yang tinggi dan belum lagi tradisi memberikan sangu yang biasanya dinantikan banyak anak kecil kecuali baju baru ketika lebaran tiba menyebabkan uang ibukota berputar di daerah.

Tak tanggung-tanggung, uang yang dibawa pun masih anget  seperti baru saja dipotong dan mempunyai bau yang khas.  Dulu jaman kecil saya, sebelum menggunakan uang yang masih “kaku” itu, saya musti melipat-lipat, meremas-remas supaya nantinya ditangan orang lain, uang tersebut sudah dalam kondisi lecek.

Mudik™, tak sekedar mengisi liburan, menikmati THR dan mengambil cuti perusahaan.  Apalagi hanya sekedar untuk mengenakan baju baru, atau pamer HP canggih keluaran terbaru yang baru saja dibeli di ibukota. Tentu lebih mulia dari itu semua.

Mudik™ tentu saja merupakan berkah bagi banyak orang yang melakukannya, namun demikian tak sedikit mereka yang tak dapat berkumpul dengan keluarga di saat hari lebaran tiba.

Saya sendiri lebih menikmati mudik dengan bersepada motor, dan saya melakukannya setiap hari.   Tentu bukan karena saya banyak uang lantas saya bisa ngetan-ngulon, namun lebih karena jarak antara rumah dan tempat kerja yang relatif dekat meski sudah antar kota bahkan antar propinsi.

Akhirnya, selamat menikmati perjalanan mudik bagi anda yang merayakan ritual mudik.

{ 10 comments… read them below or add one }

1 Hedi 09.23.08 at 9:39 am

soal mudik, di China juga ada, tapi nggak seriuh dan ruwet di sini ;)

2 pema 09.23.08 at 1:17 pm

Ya mudik….bisa di asumsikan sebagai eksistensi ke keluarga di kampung…..!!

3 kw 09.23.08 at 2:34 pm

waduh aku blm dapat tiket, belum nyari-nyari juga…
pengen sih ga mudik, tp mau ngapain juga di sini…
:(

4 silly 09.23.08 at 4:50 pm

Emang harus mudik ???

Buat yang mudik, hati2 dijalan yahhh, semoga selamt sampai tujuan… jangan lupa bekal oabt2an buat dijalan

5 Gun 09.23.08 at 6:34 pm

Nots, kandang kambingmu masih ada tempat gak buat hari H?

6 asna86 09.24.08 at 3:00 pm

Ann, aku mudik dino minggu…sido reunian ora??

7 Jan 09.24.08 at 8:52 pm

Saia temenin Kang.. saia mudiknya juga naek cepeda motor koq.. hohooo

8 kw 09.25.08 at 7:43 am

berkumpul dengan keluarga (besar) emang moment yang nyaris sayang dilewatkan. siapa tahu hari itu, terakhir kalinya bertemu? :)

9 iman brotoseno 09.25.08 at 1:06 pm

Kalau kamu mudik kemana nots ??

10 stey 10.04.08 at 4:40 pm

mudik..mudik..euphoria lebaran yang paling bikin saya terharu..

Leave a Comment

You can use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>