Sejenak diam
Kepada yang mulia abdi negara dan atau petinggi perusahaan, satu hal yang menjadi pertanyaan kami untuk dipikirkan sebelum tidur. Mengapa ketika melihat film Ayat-ayat cinta sampai meneteskan air mata sedangkan tidak ketika melihat rakyat dan atau bawahan menderita?

Ketika kata tak lagi bermakna, mengapa tidak mencoba diam saja. Paling tidak untuk sejenak menahan untaian janji palsu (menjelang pemilu).
PS: Terkhusus untuk Jawa Tengah, Indonesia dan saya sendiri
If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.
Comments
hahaha….yg rame2 nonton film AAC itu habibie bukan ??? JK ikutan ga ???
maap, OOT, gara2 kalimat yg nyentil AAC itu, jd keinget si habibie ini. heran saya. sekelas dia, tontonannya Cinta Fitri (smp ngundang pemainnya ke rumah) dan rame2 nonton AAC.
saya sdkt respek dg JK yg nonton Kick Andy, dan disitu dia melihat sendiri keadaan masyarakat.
lahhh….politikus itu kan emang ditahbiskan utk ngomong ??
*jd inget penggalan kalimat di novel laskar pelangi*
politisi emg kadang sulit di tebak perasaanya…yg bisa di tebak hanya kemungkinan korupsinya…
*ngacirrrr…*
“Mengapa ketika melihat film Ayat-ayat cinta sampai meneteskan air mata sedangkan tidak ketika melihat rakyat dan atau bawahan menderita?”
Damn! Smart thought


saya juga mau diam saja lah..
eh bentar-bentar..ini bukan mo hiatus kan mas?