Sejenak diam

Kepada yang mulia abdi negara dan atau petinggi perusahaan, satu hal yang menjadi pertanyaan kami untuk dipikirkan sebelum tidur.  Mengapa ketika melihat film Ayat-ayat cinta sampai meneteskan air mata sedangkan tidak ketika melihat rakyat dan atau bawahan menderita?

Diam lebih baik dari pada tak bicara

Ketika kata tak lagi bermakna, mengapa tidak mencoba diam saja. Paling tidak untuk sejenak menahan untaian janji palsu (menjelang pemilu).

PS: Terkhusus untuk Jawa Tengah, Indonesia dan saya sendiri

If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.

Comments

saya juga mau diam saja lah..
eh bentar-bentar..ini bukan mo hiatus kan mas?

oh ini ditujukan kepada para calon pemimpin yg terhormat yak? abstain termasuk diam? :D

bagian dari mengenang 10 tahun reformasi kah??

mereka memang harus diam sejenak. tapi kita para blogger? NO WAY! :D

dukung Herman Santoso yang diajukan Pekaes :) maju ke pemilu!

selamat berhibernasi . . semoga sukses pilkdanya pak

para petinggi membayangkan betapa indahnya poligami setelah mereka sukses dan kaya kaya

diam-diam menghanyutkan

keangkuhan telah memagari hati nurani kita dengan kokohnya

hahaha….yg rame2 nonton film AAC itu habibie bukan ??? JK ikutan ga ???

maap, OOT, gara2 kalimat yg nyentil AAC itu, jd keinget si habibie ini. heran saya. sekelas dia, tontonannya Cinta Fitri (smp ngundang pemainnya ke rumah) dan rame2 nonton AAC.

saya sdkt respek dg JK yg nonton Kick Andy, dan disitu dia melihat sendiri keadaan masyarakat.

lahhh….politikus itu kan emang ditahbiskan utk ngomong ??
*jd inget penggalan kalimat di novel laskar pelangi*

diam sesuai sikon..
Bnyak berbuat untuk kami waktu kampanye..setelah jadi cuma diam..dasar sempak!!

bukankah diam itu juga emas hehehe….

sdh tdk percaya dgn pejabat

kalo ga salah, kata2 di gambar itu adalah penggalan lirik lagu iwan fals di album Orang Gila

Heuheu, *setel lagu Iwan Fals*




*disuruh diem kan?*



*kabur*

looh kamu kan penguasa UPN,..
mestinya kamu juga DIAM!
:D

politisi emg kadang sulit di tebak perasaanya…yg bisa di tebak hanya kemungkinan korupsinya…
*ngacirrrr…*

Idem sama sultan zamroni!

sedihnya cuma liat film percintaan ya…
tapi ndak sedih liat rakyat banyak yang susah…

Hi salam kenal ya..
Baru pertama kali singgah kesini

Setuju…

diam……

*diam juga*

kan deket2 mo kampanye lagi.. :)

“Mengapa ketika melihat film Ayat-ayat cinta sampai meneteskan air mata sedangkan tidak ketika melihat rakyat dan atau bawahan menderita?”

Damn! Smart thought

kayak salah satu liriknya iwan pales ya…

Leave a comment

(required)

(required)


pucung