Fri
4
Apr
annots

Bloger itu sebenernya apa to mas? Suara kang kenthus tiba-tiba mengagetkan saya yang sedang asyik dengan mainan baru.

Kok sepertinya sering disebut-sebut sama tetangga saya. Lanjutnya.

Sebenernya saya sendiri belum tau apa dan siapa Bloger itu kang. Tapi kalau saya ikuti di media memang sepertinya bloger itu adalah sosok yang sangat mengerikan, bagi beberapa orang bloger juga dibilang sebagai ancaman, hambatan bahkan gangguan. Istilah jawanya “nggriseni. Jawab saya sekenanya.

Emmm, lha emang kerjaan bloger itu ngapain aja to Mas?, tanya kang kenthus polos. Memang background kang kenthus yang hanya berijazah SMP baru mengenal internet sejak ada ribut-ribut UU ITE kemarin.

Wah kalau kerjaannya ya macem-macem mas, ada yang jadi wartawan media, mahasiswa, programmer, menteri, artis, sutradara, peneliti burung atau bahkan seorang buruh seperti saya ini. Saya mengira pertanyaannya adalah latar belakang dari orang yang disebut bloger itu.

Bukan Mas, bukan itu. Maksud saya, apa yang dilakukan bloger kok sampai ada yang menganggap bloger sebagai ancaman, hambatan atau gangguan tadi. Kang Kenthus mencoba menperjelas pertanyaannya.

Oh kalau itu, sepaham saya bloger itu ya cuma nulis-nulis yang kadang ndak penting tapi bisa booming atau bahkan memang membesarkan kabar-kabar yang sudah besar. Selebihnya, mereka itu cuma ubyang-ubyung kesana kemari menikmati jaringan sosial yang sudah terbentuk yang dinamakan kopdar. Saya mencoba menjawab seperti apa yang saya tahu.

Lha kalau begitu, bukankah hampir sama antara bloger dan wartawan mas? Sanggahnya.

Emmm, bisa dibilang begitu Kang. Saut saya.

Begini mas, dulu sebelum saya kerja disini, saya pernah ikut kursus tulis menulis dari Dinas Tenaga Kerja. Disana saya dapat teori, tapi apa daya lha wong saya ini LEMAH OTAK banget kok. Kang kenthus mencoba menjelaskan kelemahan yang ada pada dirinya.

Oh ya? Bagaimana itu critanya Kang? Ada teori yang masih terngiang ndak?. Mak jegagik saya pun jadi penasaran.

Emmm, tunggu sebentar mas. Kang kenthus meninggalkan saya dan tak lama diapun kembali dengan kertas lusuh ditangan kanannya.

Begini mas, sebelum kita melangkah, kita harus punya pegangan. Aturan main dan harus tau siapa serta dimana kita. Di kertas ini tertulis beberapa diantaranya tentang apa itu jurnalistik:

  1. Kewajiban seorang jurnalis adalah tentang kebenaran.
  2. Loyalitas pertama jurnalis kepada warga.
  3. Jurnalisme harus berlaku sebagai pemantau kekuasaan.
  4. Jurnalisme menyediakan forum publik untuk kritik maupun dukungan warga.
  5. Jurnalisme harus berupaya membuat hal yang penting, menarik dan relevan.
  6. Jurnalisme harus menjaga agar berita komprehensif dan proporsional.
  7. Para praktisinya harus diperbolehkan mengikuti hati nurani mereka.

Begitu mas isinya. Diapun mengakhiri pembicaraannya.

Saya yang sedari awal dlongab-dlongob, karena memperhatikan apa yang dibacakannya cuma bisa menganggukan kepala.

Wah kang, kalau itu diterapkan juga dalam ranah blog sepertinya kok masih relevan ya. Kalimat ini muncul begitu saja dari mulut saya. Pastinya blog tidak akan diartikan sebagai rival atau oposisi tetapi justru sebagai media kontrol yang sifatnya netral.

Lihat saja, jika jurnalisme termasuk juga di dalamnya blog, dan praktisinya disubsitusikan dengan bloger, bukankah ini akan sangat menarik sekali.

Wah ya ndak tau mas, tapi yang saya dengar dari infotainment minggu kemarin, ada yang bilang kalau bloger itu penipu mas.

Sudahlah kang, ndak usah bahas itu lagi, statement yang itu sudah dilupakan kok.

Ya tapi apakah dilupakan berarti juga dimaafkan mas? Celetuknya.

Ah ternyata kang kenthus ngintip saya waktu saya baca blog ini.



Yang nulis:
annots pada Friday, April 4th, 2008 at 1:56 pm dalam Blog, Guneman
Selanjutnya:

22 Responses to “Bloger itu ngapain aja”

  1. unai Says:

    ya wis lah, maafin aja, walopun ndak dilupain, heheh. Blogger itu…selain disebutin di atas jg harus sayang menyayangi :P

  2. tukangkopi Says:

    sudahlah, bloger baru muncul tiap hari. bloger lama juga makin berkembang dan matang. statement2 ngawur tentang bloger yang telah dikeluarkan pasti nanti akan segera usang.

  3. tehaha Says:

    hidup bloger..!!
    meulis adalah lebih mendatangkan manfaat ketimbang memilih untuk diam..

  4. waterbomm Says:

    humm… baru ngerti
    blog kalo dicampur dengan ilmu jurnalistik jadi lebih bagus..
    tapi kalo ga dicampur juga nda apa-apa khan ya?

  5. edy Says:

    GA BISA!! POKOKNYA™ GA BISA!!!

    *sok histeris*

  6. Nazieb Says:

    Hmmmm… kalo musti pake jurnalistik saya malah ndak jadi-jadi nulisnya, Om..

    Just type it!

  7. chiw Says:

    wah, seriyus juga ya! :cool:

  8. anton ashardi Says:

    udah siap perang ama RS?

  9. cangkir penyair Says:

    wis rasah dipikir, not. nanti kamu malah tambah pinter, hihihihi …

  10. Hedi Says:

    lho di kaos BHI kan ada…ojo dumeh dadi blogger :D

  11. stey Says:

    Waduhh..aq nulis ga pake acara kode etik apa kode jurnalistik opo segala macem tetek bengek. Wis, pokoke yang pengen tak tulis ya taktulis..ra mutu ya ben!!

  12. annots Says:

    lho kalo sudah punya blog sudah sama dengan punya surat kabar sendiri to kangmas mbakyu, jadi wartawan, merangkap editor, merangkap redaktur, merangkap publisher, dan terangkum dalam satu kata saja “BLOGER”, jadi sudahkah anda membaca surat kabar harian ndorokakung hari ini *maaf bukan maksud iklan media milik pabriknya ndoro, tapi ini bicara soal blog kok :D *

  13. sawali tuhusetya Says:

    mantab banget, mas annots, narasinya. mengangkat persoalan serius tapi dengan cara yang enak. btw, bloger dan jurnalis kayaknya memang ada2 kemiripannya, mas. idealnya mesti bisa menyuarakan nilai2 kebenaran dan menjadi “juru bicara” bagi mereka yang tertindas. *halah* malah menurutku, bloger lebih leluasa karena (hampir) tak ada ikatan korps-nya seperti para jurnalis.

  14. Donny Reza Says:

    Prinsipnya memang sama, media punya ideologi, blogger juga punya. Meskipun, blogger tetap lebih independent daripada wartawan. Sebab wartawan adakalanya dikendalikan oleh ‘atasan’-nya ;-)

  15. antown Says:

    semuanya termasuk jurnalis nggak ya? sing penting berkarya aja deh. Memberikan manfaat bagi orang lain udah cukup

  16. aprikot Says:

    sudahlah, enjoykan sahaja

  17. Goen Says:

    Bloger itu isyeng…

  18. crizosaiii Says:

    bloger!?
    mati satu tumbuh seribu!
    hehehe.. kayak mo perang ajah! :D

  19. antobilang Says:

    jadi bloger kok sibuk!

  20. fa Says:

    jadi, enaknya dimaafkan apa dilupakan? :D

  21. venus Says:

    capedeeeee…..biarin dah kita dibilang penipu yak? :D

  22. ario dipoyono Says:

    Internet di Indonesia sebenarnya pertumbuhannya sudah bagus, tapi fasilitas penunjang untuk internet yang di berikan oleh pemerintah kepada warganya klo menurut saya masih kurang so… klo seperti cerita di atas maka masih di bilang wajar.

Tinggalkan komentar:

Mumpung belum disahken Undang-Undang Anti Komen, monggo di komen saja, gratis selama masa promosi.

sinom