Pendekar, ya pendekar, bukan pendek kekar. Melihat kondisi Indonesia
saat ini, seperti kembali pada jaman ketika kita dijajah oleh Kolonial Belanda. Rakyat ditindas, diperas dengan pajak yang tinggi, kelaparan juga terjadi dimana-mana. Mau tidak mau, suka tidak suka itulah yang terjadi saat itu.

Si Pitung Beruntunglah dulu ada orang-orang yang mau peduli terhadap kondisi wong cilik disekitarnya. Taruhlah sebagai contoh Si Pitung. Sepak terjang mereka kadang dinilai merugikan orang lain.

Si Pitung selain jago silat dia juga rajin belajar ngaji. Namun dia juga pernah berkali-kali merampok rumah Tauke dan ruman Tuan Tanah Kaya dibantu dua sahabatnya si Rais dan Jii. Dosa? Entahlah, tapi hasil rampokannya dia bagikan pada rakyat miskin. Tak jarang di depan rumah keluarga yang kelaparan diletakkannya sepikul beras hasil rampokannya.

Lain Si Pitung lain pula Raden Said. Raden Said yang kemudian lebih dikenal sebagai Sunan Kalijaga adalah sosok Si Pitung yang lain. Raden Said yang merupakan putra Tumenggung Wilatikta Adipati Tuban, merasa miris ketika melihat rakyat ditindas. Membayar upeti, padahal untuk makan saja tak ada.

Raden Said merupakan anak muda yang taat beragama dan berbakti kepada orang tua namun karena melihat banyak ketimpangan disekelilingnya musim kemarau panjang dan kelaparan membuat rakyat tersiksa, hatinya berontak, pada malam hari sering dia mengambil hasil bumi di gudang kadipaten untuk dibagikan kepada rakyat yang memang lebih membutuhkan. Dan sampai akhirnya diusir dari kadipaten oleh ibunya karena ketahuan sedang mencuri di gudang kemudian bertemu dengan gurunya Sunan Bonang.

Meski di cap sebagai perampok atau pencuri, bagi rakyat kecil si Pitung maupun Raden Said adalah sosok pembela rakyat kecil. Seperti kita (bloger) yang konon dicap sebagai penipu, ya tidak apa-apa. Paling tidak mari kita membantu mensukseskan rencana mulia dari sahabat kita.

Bukannya mau menyebut bloger sebagai pendekar, namun paling tidak bloger harusnya memiliki semangat juang dari Si Pitung dan Raden Said. Tidak harus dengan merampok, tidak harus dengan mencuri, apalagi harus menjadi seorang penipu. Bagaimana caranya? Saya kutip saja dari blog pemrakarsa:

Bagi yang ingin menyumbang, dan mohon maaf karena belum ada rekening khusus maka akan mengunakan nomor rekening pribadiku. Setiap penyumbang diwajib menelepon atau sms ke: 08128043766, dengan memberitahukan nama dan berapa dana yang ingin disumbangkan. Agar dana yang masuk bisa dicek dan dipublish sebagai pertanggungjawaban.

Batas waktu seminggu terhitung dari sekarang. Terima kasih sebelumnya. Sekali lagi, Maaf, ini bukanlah keharusan. Tapi sukarela. Sekecil apapun yang diberi akan sangat besar artinya untuk saudara-saudara kita yang sedang menunggu di sana.

no rekening:
118-00-0577625-6
Tjhia Fui Ha
Bank Mandiri
KPC. Puri Indah

Hidup Blogger!!!

STOP Kelaparan IndonesiaRoda selalu berputar, jangan sampai kejadian seperti Bencana Kelaparan terulang di negeri kita. Bagaikan ayam mati di lumbung padi, mungkin itu yang lebih pantas jika kelak masih ada kejadian serupa.

Kali ini saya (bloger) sedang tidak menipu, tapi memang demikianlah fakta kondisi di Indonesia menghadapi Visit Indonesia Year 2008. Apa demikian caranya Pemerintah mencoba menarik simpati turis mancanegara untuk datang ke Indonesia? Lihat saja lebih menarik mengurusi BLBI dan Gubernur Bank Indonesia dari pada mengurusi kelaparan di negeri ini. Ah picik sekali pemikiran saya, maafkan.

***

Gambar dari jagoan.or.id dan tikabanget.com



Yang nulis:
annots pada Tuesday, March 18th, 2008 at 2:03 pm dalam HAM, Pahlawan, Sambung rasa, Urusan Perut
Selanjutnya:

33 Responses to “Menanti kembalinya sang pendekar”

  1. edy Says:

    wah pertamax neh :D

    mari kita sukseskan kampanye ini

  2. Edi Psw Says:

    Ikut prihatin dengan apa yang dialami teman kita disana.

  3. funkshit Says:

    si pitung dari rawapening.. emg keren deh
    udah nyumbang nots ?

  4. Nazieb Says:

    Jadi kita ini mirip Robin Hood yah?
    *ndak fokus

  5. waterbomm Says:

    setuju banget tuh.. sama gambarnya “Tahun Anti Kelaparan dan Gizi Buruk”, biar ga cuma “Visit Indonesia 2008″ aja :D

    loh.. coba panggil bloggerrangers.. go go blogger rangerss… yuu” mari…

    salam kenal ^_^

  6. venus Says:

    aduh, aku blm bantuin posting soal ini, lagi blank bener :(

  7. Silly stupid Says:

    wahhh, kebanyakan blogwalking… belum posting juga… (segera pulang kerumah… tapi belum mampir ke rumah itu… itu… dan itu… ntar aja dech… mo jalan2 dulu… masih siang ini… (baru jam 20.30 khan? :-) )

  8. tehaha Says:

    kampanye kemanusiaan yang menyentuh..
    semoga derita itu cepat berakhir..!!

  9. verlita Says:

    udah pada eneg yah sama yg namanya kelaperan dan penindasan..
    katanya negeri kaya yg berperikemanusiaan!!!

  10. nico Says:

    minyak tanah juga mau naek, mpe tuju rebu… ckckck.

  11. -tikabanget- Says:

    kalo transfernya abis gajian dah telat blom ya.. :|

  12. Fa Says:

    semoga ketulusan dan keikhlasan senantiasa mengiringi gerakan ini..

  13. tooooooooooopics Says:

    SEMINGGU????
    ………………………..

  14. paramarta Says:

    nyok sama2 bantu..

    btw salam kenal tuk annots dari saya *salaman*

  15. denbagus Says:

    moga segera terbebas dari kelaparan..!

  16. pudakonline Says:

    mendukung sepenuhnya!
    Hm…mencatat nomor rekening

  17. Toeti Says:

    Setuju… berempati dan beraksi memerangi kelaparan

  18. Edi Psw Says:

    Moga kondisi perekonomian di negara kita lebih baik lagi ya sehingga kelaparan dan gizi buruk segera dapat diatasi.

  19. yoyo kesambet Says:

    yok…sukseskan kampanye ini…siapa mau nyumbang duluan ?

  20. cemploeck Says:

    mas itu anaknya sapa to yang ada digambarnya kampaye anti kelaparan??…btw hayuu ikutan arisan Mbok Darmi ketuanya Mba Unai hihhihihi

  21. blankblonthenk Says:

    hayo setuju ajah kalo dikampanyekan..
    mudah2an berkah yah ..

    merdeka!

  22. mr.sedenk Says:

    hm..pendekar..

    memang mungkin bangsa kita saat ini butuh seorang pendekar. Pendekar yang bekerja dan membela benar-benar dengan hati. Ato mungkin, kita harus membangunkan sipitung di makam? halah.

    blog yang bagus mas dab…

  23. cempluk Says:

    saatnya berjuang…

  24. mr.sedenk Says:

    yup…mohon petunjuk untuk detiker yang juga ikutan bloger. maklum pemula kang…

  25. escoret Says:

    blogmu anyar tho not..????

  26. iwanoor Says:

    numpang nulis dulu ya …

    salam hormat buat annots yg punya blog …

  27. wedhouz Says:

    lapar itu default-nya penduduk indonesia
    kalo kenyang malah akan mengherankan :-P

  28. ario dipoyono Says:

    kapan yo… si pitung di pelemkan.. klo bisa lawannya satria baja item dan spiderman

  29. celo Says:

    saya belum jadi pendekar :(

    donasi dibuka lagi kapan ya?

  30. titov pitung Says:

    menanti kembalinya sang pendekar, pitung mileniyum :|

  31. vcrack Says:

    semangat! terus berjuang, demi bangsa Indonesia..

  32. day Says:

    go..go..blogger! saia blogger tapi bukan tukang tipu! weekk….saia blogger tapi juga tidak pelit ! (apa hubungannya coba?)walupun blog saia ancur, tapi saya juga mau berjuang untuk tanah airku! Tanah air beta! oh Indonesiaku..hiks..hiks..

  33. titiw Says:

    Nice. Apapun alasannya.. minumnya teh botol, eh.. yang penting bermangpaat. AKu bantu doa dari sini.. (bisanya doa dowangan lo tiw..)

Tinggalkan komentar:

Mumpung belum disahken Undang-Undang Anti Komen, monggo di komen saja, gratis selama masa promosi.

kempul