Per detik, per hisap sampai puasss
Memang sudah saatnya konsumen dimanjakan dengan berbagai pilihan produk. Tersedia satu pilihan, bisa bisa disebut monopoli. Terlepas dari kualitas dan pelayanan servisnya, akhir-akhir para produsen beradu domba memikat pilihan konsumen. Tidak hanya penyedia jasa telekomunikasi yang perang tarif, yang dihisap-hisap pun tak mau kehilangan momentum. Kok bisa? Entahlah, saya cuma berhasil mengabadikan gambarnya saja tanpa wawancara kepada simbah yang punya toko, terlebih lagi untuk mencoba menghisapnya.
Murah saja, cukup 25 rupiah per hisap, semakin sedikit hisapan untuk menghabiskan batang rokok yang disulut, semakin murah harganya. Tinggal dikalikan saja. Kalau harga rokok sudah ada yang per detik hisap apa saya akan merokok? Tidak, biarlah saya dibilang sebagai manusia yang ikut merugikan petani tembakau, karena saya tidak ikut membakar tembakau mereka.

Lantas bagaimana dengan tarif barang yang dihisap-hisap lainnya? Saya kurang tahu. Yang saya tahu gaji PNS akan naik ditahun ini. Tentu saja sudah lumrahnya, kenaikan gaji ini akan diikuti merangkaknya harga kebutuhan yang lain.
“Sudah saatnya kita mengencangkan ikat pinggang Kang”, kata saya kepada kang kenthus .
“Mengencangkan boleh, asal jangan terlalu kencang. Bisa-bisa malah putus pinggangnya.”, jawabnya sambil menyulut sebatang rokok ditangannya.
***
Gambar diambil diwarung samping apartemen merah gejayan.
If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.
Comments
ahh…. sedotannya… mantabh… betewe, saya juga ndak pernah mau mbakar tembakau!!!! hidup indonesia bebas udud!!!
walah… g kirain apaan?
taunya rokok toh…
klo rokok hitungan perhisap berarti besok ongkos bis kota bisa-bisa diitung per putaran roda…
*tampaknya dihitung per putaranroda ide yg baik*
Rokok per-hisap 25 perak?
Brarti kalu mau murah rokok harus diabisin 1x hisap ya bang? Hehe ![]()
gaji PNS naik? Alhamdulillah, itu amat sangat menggembirakan bagi saya, soalnya ayah saya seorang PNS. ![]()
waks…..
aku tau warung itu. tiap hari lewat situ. sering beli bensin di situ.
coba ah ngitung klo rokokku sekali hisap berapa.
*getok2 kpala sendiri*… (sebentar mas, sedang menghajar perempuan ini dulu… pikirannya ngeres ngeliat judulnya soalnya… hakahakhakahakahakhak…)
wahhh, mahal yach… padahal saya baru saja berniat mo belajar menghisap… eh, maksud saya merokok… Keliatannya kok keren gitu…. *getok pala lagi*
hmmm, hobbi yang mahal ternyata rokok itu yach… ![]()
(gak jadi belajar ahhh, udah batuk2… mesti mbayar pula… pas tua, kena kanker paru2 pulak… kulit jadi kering dan gampang keriput juga katanya… ahhh, mahal…mahal… gak mau… gak jadi…. hehehe )
Itu berarti dia udah ngitungin kalo satu rokok rata2 berapa isepan yak.. hohohoho.. ternyata makin banyak aja orang indonesa yg jadi pengangguran..
Halo mas annot saya datang lagi …
Saya tersenyum membaca ini …
(langsung liat asbak di meja … udah habis berapa ya hari ini …)
Thanks Mas
Salam “mBogem” …


itungannya per hisapan ya? *mbayangke*
halaaaahhhh….:))