Tertawa Santun

by annots on March 10, 2008

Suatu hari di siang yang panas di dalam sebuah ruangan yang terlihat monitor komputer dimana-mana

“Hahahaha….”, terdengar berkali-kali tawa menggelagar dari ruangan sebelah.
“Lhah, ketawanya itu loh.”, sahut teman di ruang sebelah yang kebetulan bloger juga.

TertawaTertawa, ngguyu (jawa), seuri (sunda) -cmiiw- atau sebutan lainnya dalam bahasa di daerah lainnya merupakan satu bentuk ekspresi yang menggambarkan emosi yang sedang bahagia, tergelitik, atau yang lainnya (seperti: gangguan jiwa misalnya).

Memang banyak yang bilang kalau tertawa itu sehat, tapi apalah artinya kalau yang tertawa itu kita temui disebuah bangsal Rumah Sakit Jiwa, apakah tertawa masih bisa disebut sehat?

Adalah seorang pria yang bekerja di suatu instansi perusahaan dibidang rekayasa kecerdasan generasi muda. Sebut saja Bunaya (Bukan Nama Sebenarnya) pendidikannya boleh dibilang tinggi, mumpuni dalam ilmu hitung dan menduduki jabatan yang tidak rendah, berkacamata pula.

Sungguh sangat beruntung bagi saya bisa berteman dengan Bunaya, tetapi siapa yang menduga bahwa ketika dalam situasi kerja, tiba-tiba terdengar tawanya yang menggema di seantero ruangan dalam kantor tersebut. Saya bukan mau bilang kalau orang yang pinter selalu berkacamata ndak boleh tertawa sampai ngguling-ngguling di lantai seperti ini   .  Tertawa adalah Hak Asasi, siapa saja boleh tertawa.

Masalahnya adalah, tertawa juga harus memperhatikan tata krama dan unggah ungguhnya, sedang dimana, berhadapan dengan siapa juga harus menjadi perhatian bagi mereka para calon tertawa. Bukan apa-apa, ini cuma menyangkut etikabanget dan tepo seliro. Bagi yang sudah mengenal mungkin wajar, tetapi bagi yang belum mengenal bukan hal yang mustahal kalau yang tertawa keras-keras tadi di cap kurang sopan. Parahny, ada teman saya yang lain menceritakan kalau malamnya habis dari ahli tulang karena rahang mulutnya geser setelah tertawa terbahak-bahak. Cukup menantang bukan?

Buanglah tawa pada tempatnya, jika sedang berada di jogja sempatkan untuk panen tawa bersama kami. Atau mau paket yang lebih parah, rasakan sensasi terpingkal-pingkal di tempat kopdar termewah Hotel Indonesia sambil menahan (maaf) kencing, karena toiletnya cukup jauh. Hanya 1x dalam seminggu Setiap jumat malam, terlalu sayang untuk dilewatkan. Disana saya juga tertawa, sampai terbahak-bahak bahkan. Kalau di dua tempat tersebut (juminten dan BHI) anda belum juga mendapatkan kenikmatan dalam tertawa, sangat saya anjurkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter-dokter kesayangan anda.

Kesimpulannya adalah, tertawa terbahak-bahak hukumnya boleh-boleh saja dan tidak ada hukuman bahkan ketika hidup di jaman orde baru, cuma rasa-rasanya kok ndak etis kalau tertawa diruangan kerja yang gaungnya sampai ke sudut-sudut bangunan gedung (termasuk mereka yang tertawa di depan layar komputer karena sebab yang tidak jelas). Tertawalah secukupnya, dan lebihnya cukup dibatin saja.

{ 26 comments… read them below or add one }

1 edy 03.10.08 at 4:30 pm

lha mas annots ke BHI toh?
OOT, reader saya kok ndak update tulisan ini yak?

2 bahtiar 03.10.08 at 5:57 pm

….

hidup ngguyu … :)

3 iman brotoseno 03.10.08 at 6:19 pm

kalau ketawa santun itu,
liat Avatarnya Tika…
* ketawa menutup mulut

4 fa 03.10.08 at 6:38 pm

jadi, klo org pinter kayak Bunaya itu, nggak mesti berkacamata tapi selalu tertawa ya Mas? hueheuheu… *mencoba fokus* -serasa di milis-

5 venus 03.10.08 at 7:23 pm

lhah, aku kalo ketawa gak pernah bisa santun. aduh, jadi malu :(

6 funkshit 03.10.08 at 7:29 pm

wuahahahhahahhaha…
ngapain di posting.. tak bilangin pak bunaya lho :D

7 annots 03.10.08 at 8:15 pm

@funkshit
dari pada menggerutu di hati mending ditumpahken disini. Sampean jg ndak mau to kalo bulan depan disunat gajinya?

8 adit-nya niez 03.10.08 at 10:17 pm

Klo bosnya yg malah lebih sering ktawa di ruangan gmana mas?? :mrgreen:

9 kumandigital 03.11.08 at 8:16 am

lha untung hanya tawa si bunaya yang menggema di setiap sudut ruang di gedung sampean. lha kalo kentutnya yang menggema… opo ora malah geger… :p

10 Jenderal besar Mrongosedoyo Pelog Salendro 03.11.08 at 8:36 am

tertawa itu ciri orang bahagia..
kalau berbahagia saja perlu ditata,
apa kata dunia?
;)

11 sawali tuhusetya 03.11.08 at 10:25 am

ada orang tua jawa bilang; “yen ngguyu ki mbok ya basa!” wew… untuk bisa tertawa dengan cara yang santun ternyata bukan hal yang mudah, mas annots. tawa kan juga pelampiasan emosi, hahahahaha …. ngakak.

12 GuM 03.11.08 at 10:55 am

dua kata buat #10 : tepo sliro

13 GuM 03.11.08 at 10:56 am

halah, kepencet submit duluan.

anu… jadi ya seperti yg mas annots bilang. liat tempat dan liat waktu.

mas, sebagai bawahan yg baik harusnya sampeyan nyimpen nomer2 ahli tulang yg siap dihubungi. eee…. mbok menowo, pak-e mengsle :D

14 tukangkopi 03.11.08 at 12:44 pm

mungkin dia berusaha melepaskan stress karena beban hidup yang makin berat ini bro. hayaahh… :mrgreen:

15 eMina 03.11.08 at 2:53 pm

tertawa memang harus sesuai dengan tempatnya juga.
klo ada yang meninggal, kita malah tertawa -tawa di pekuburan, bisa -bisa di gebuk orang :)

16 stey 03.11.08 at 3:47 pm

kalo jadi cewek ketawa harus diatur, kata simbah saya..hehehe..

17 det 03.11.08 at 8:19 pm

ada gak ya ketawa yang pake bahasa kromo inggil? njih… njih… njih…. :d

18 Totok Sugianto 03.11.08 at 9:50 pm

masing2 orang mempunyai kebiasaan ketawa yg berbeda2, ada yg tersenyum simpul saja sudah cukup, ada yg tertawa menutup mulutnya, ada juga yg tertawa terbahak2 guling2an, bahkan ada juga lho yg tertawa sampai terkencing2. nah mungkin temannya sampeyan itu memang seperti itu cara tertawanya.. terima saja kalau perlu ikut gabung sekalian siapa tahu memang bahan tertawanya lucu sekali :D

19 verlita 03.12.08 at 2:39 pm

wewwww baru pertama mampir dah dibikin terpingkal2 nech… :D

20 antobilang 03.12.08 at 3:23 pm

Ketawa yang sopan itu emang ndak sampe boleh kelihatan giginya. Dan pipi harus ditarik ke depan, bukan ke belakang.

Btw, kalo menurutku, dilepas aja. Namanya juga ketawa, kok nanggung? nanti jadi jerawat, pasti bisa bikin repot.

21 annots 03.12.08 at 3:33 pm

@antobilang
sebenarnya kalo nahan ketawa justru bisa keluar dari belakang lho (baca: (maaf) kentut) :D

22 Nazieb 03.12.08 at 3:59 pm

Bagaimana dengan sang Smiling General? Sehat jugakah senyumnya ituh? :roll:

23 StreetPunk 03.12.08 at 6:29 pm

Tertawa memang harus ngeliat sikon, tapi kalau dalam suatu perbincangan penting ada yang tiba - tiba bikin lucu dan kita tidak sempat menahan tawa, gimana ya? ;)

24 pacul 03.12.08 at 6:57 pm

mas kalo kuntilanak perlu diatur juga nggak ketawanya…..misal diganti huahahahahaha…..biar ngga’ nakutin..

25 harr51 03.12.08 at 7:50 pm

BHInya dimananya oom ??
saban jum;at malem yaks

26 rumahkayubekas 03.12.08 at 11:11 pm

Ya iyalah ..
Baiknya sih lihat sikonnya.
Salam Mas,

Leave a Comment

You can use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>