Awal cerita
Ketika perpisahan mendera, itu berarti akan ada perjumpaan dengan yang baru. Suasana baru, lingkungan yang baru dan (mungkin) semangat baru juga.
Terhenti, ya langkah saya beberapa saat terhenti beberapa waktu yang lalu. Bertapa, mungkin itu jawaban yang lebih tepat. Orang sepulang bertapa akan lebih sakti katanya. Tetapi itu pun jika berhasil dalam berproses. Kalau gagal? Paling cuma rugi waktu, rugi tenaga dan (bahkan) juga rugi materi.
Niatnya sih menuju lebih baik, tapi apa daya kalau ternyata sama saja. Bahkan cilakanya malah jauh lebih buruk ketimbang hari lalu.
Berburu waktu
Dilain adegan bahwa akhir-akhir ini, saya rasakan semangat bekerja hanya untuk sekedar tandatangan pada selembar kertas absen dikantor pusat, meskipun ada kalanya harus nitip ke rekan sejawat untuk sekedar menorehkan coret-coretan yang dibilang bukti absah seseorang itu.
Apa pentingnya tanda tangan pagi dan sore hari kalo kinerja begitu-begitu saja. Oh ya kali ini saya bersama teman baru saya. Kang kenthus namanya, perawakan yang tidak begitu tinggi dan dengan baju yang selalu matching membuat saya menaruh hormat padanya. Pemikirannya yang begitu brilliant ketika dibandingkan dengan pria seumurannya meskipun dia hanya dipekerjakan dibelakang atau sebagai seorang office boy.
Office boy yang dibanggakan anaknya karena merasa memiliki seorang bapak pria(boy) kantoran(office).
Kang kenthus selalu menasihati saya bahwasanya, bekerja itu akan tampak aneh ketika dilihat hanya sebelah mata. Bekerja itu mestinya dilihat prestasinya bukan presensinya. Memang kedisiplinan menggambarkan kepribadian seseorang, namun apa jadinya ketika yang diberikan hanyalah kedisiplinan semu.
Ya sudahlah, jalani saja kita tunggu saja sampai pimpinan menemukan solusi terbaiknya untuk menggenjot kinerja bawahan.
Jika sampean seorang pimpinan, apa yang akan anda lakukan?
If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.
Comments
Saya tamu keempat..hore..
btw, saya justru lagi semangat berangkat kerja..karena bisa menikmati benwit gratis..:)
Suruh anak- buah ngisi absensi pada jum’at malam dekat2 benteng Vredeburg.
He..seriusnya sih.. ngga tau kalo di tempat lain. Di saya sudah lama ngga musti lagi mereka isi daftar hadir. Tapi cukup liatin kerjaannya aja. So mereka bisa kerjain dimana aja.
Lumayan, ngurangin buang waktu musti ngumpul, macet2 dijalan.
Secara kerjaannya disaya emang ece- ece juga.
Memang kedisiplinan menggambarkan kepribadian seseorang, namun apa jadinya ketika yang diberikan hanyalah kedisiplinan semu
Setuju!!!!
*teriakan batin si tukang telat ![]()
klo jadi pimpinan.. .hapuskan sistem presensi pagi sore itu.. merepotkan saya yang suka dateng telat je
sekalian hetrikk….
Rumah baru karena pake peresmian (posting akhir cerita dan awal cerita) maka perlu syukuran… MAKAN MAKAN
*baru ingat besok jumat libur… sabtu ngga pake presensi , minggu juga libur. Senin pagi saya absenin ya .. .
wah baru…???
duh… saiyah jadi bawahan aja belum… kalo langsung jadi pimpinan pasti langsung keblinger… *jujur*
walah… kok annots udah ganti pasangan ama kang kenthut, eh kenthus? Sultan kita gmn? masa ditinggal begitu aja? :-”
*lempar kompor gas*
Jika sampean seorang pimpinan, apa yang akan anda lakukan?
sarapan bersama atau kumpul2 di sore hari layaknya kopdar sekaligus “rapat” informal (yang kadang malah jadi ajang curhat) ? sepertinya bisa jadi solusi menyenangkan.
domain baru ? makan makaaann.. hehe.
kalau kerja gak semangat, coba direview lagi apa yg bikin kamu gak semangat? apa karena gak suka ama kerjaannya atau ama bossnya? jadi pilihannya tinggal ganti kerjaan atau ganti boss saja ![]()
kalau saya pimpinan, kunaikkan gaji 200%. plus ada tunjangan uang makan, uang transport, uang lembur, tunjangan pulsa, tunjangan jabatan, tunjangan kesehatan, tunjangan hari raya dan bonus andai target terlampaui.
dijamin semangat kerja langsung naik. ![]()
cuma mau mampir buat bilang “BLOGNYA LUCU BANGEETTT”
(knp ga pasang ishoutbox biar bisa lebih leluasa shout-shoutan? hehe)


Wahaha… Ternyata bukan cuma saya saja…
Klo saya pimpinan?? Hmm… Sebuah impian. Tapi klo misalna bener, pengin jadi pemimpin yg berkharisma dan menjadi contoh telada bagi bawahannya. Wahahaha…