Musuh terbesar adalah

Pernah merasa bimbang diantara dua pilihan atau lebih? Ya saya mengalaminya beberapa waktu lalu.
Hidup itu pilihan katanya, tetapi saat-saat menentukan pilihan itulah pekerjaan/tantangan yang paling berat. Berbagai pertimbangan, berbagai masukan terkadang meringankan atau malah sebaliknya semakin memberatkan neraca masing-masing pilihan yang berat sebalah.
Disatu sisi, semua pasti memiliki kelebihan dan kekurangan.
Saat-saat seperti itu ada kalanya kita gencar bertemu dan memerangi musuh yang paling kuat dan hebat. Musuhnya siapa? Ya EGO yang dalam diri kita sendiri.
Orang yang berpikir pendek kadang sampai harus bunuh diri. Saya juga berpikir bunuh diri. Bunuh diri tidak semata-mata diartikan mengakhiri hidup. Bunuh diri yang dimaksud adalah membunuh EGO dalam diri sendiri. Namun tak bisa. Paling tidak sudah ada usaha untuk mengurangi dominasi EGO yang berusaha mengkudeta diri saya.
Ternyata tak mudah menemukan persembunyiannya, pertama musuh ini semu tapi nyata. Semu karena memang tidak berwujud, nyata karena memang ada dalam diri kita. Kedua, tak semudah membalikan telapak tangan untuk mengurangi EGO seseorang.
Gambar dari sini
If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.
Comments
hahaha… emang paling susah berperang melawan ego.
eh, tp kalo aku sih udh punya cara ampuh membunuh si ego!
yaitu berhadapan dgn org yg ego nya lebih besar dr pd aku. ![]()
perang lawan diri sendiri? jadi inget film ‘Fight Club’ yang saya liat tadi malem.
saat tidak puas dengan diri sendiri, kita akan berusaha menciptakan sosok lain yang ideal dalam diri kita.
tapi saat tokoh imaginer tersebut justru mulai menguasai diri kita, nggak ada cara lain selain membunuhnya.
good movie. recommended lah, pokoknya.
serahkan semua pada pilihan hati nuranimu saja, EGO kadang masih diperlukan kok jadi jangan sepenuhnya dibunuh, cuman proporsional aja jangan terlalu berlebihan EGOnya ![]()
Ah ya…
Tapi menurutku kadang ego perlu, mungkin karena emang di tiap orang ada mahluk itu.
Klo saya berpikir supaya gimana cara ngendaliin ego tsb…
memang terkadang hidup di dunia ini harus menghadapi apa yang tidak ingin dihadapi. - komen gak jelas banget, semoga masuk mbahkismet. kyakyakya
yup..musuh yang harus ditakuti adalah diri kita sendiri..bukan orang lain..
soal pilihan? just follow your heart
ps : dulu banget asma pernah nulis tentang ini juga..cuma lupa di blog yang mana ![]()
not…balikin dong VCD pilm2 dewasa itu ke Zam..!!!!
bener…musuh terberat emang diri sendiri….makanya CEPET BALIKIN..[giliran]aku mau pinjem..!!!!
Hidup itu pilihan,
Kamu bisa memilih untuk “memilih”,
Atau memilih untul “tidak memilih”
*Entah sudah berapa kali nulis gitu ![]()
hidup memang hanya tinggal pilih saja, tapi hal itu hanya berlaku untuk orang yang bisa memilih,
tapi utuk kita, selalu saja “tak ada pilihan lain selain…”
kenapa bisa seperti itu???
jawabnya gampang kok…
ya, karena kita sendiri nggak mau kalah…
bahkan oleh sisi diri yang lainnya!
makanya…
*sst..lanjutannya japri aja ya?
*
terkadang hal yang paling membahayakan adalah kita terlena,terlupa bahwa musuh itu adalah diri kita sendiri
EGO itu juga salah satu karunia TUHAN yg ditanamkan pada diri kita dan kadang kita butuhkan. Bayangkan kalo kita gak punya EGO, masa disuruh bunuh diri kita langsung mau?
Tetapi memang jika EGO itu berlebihan, orang disekitar kitapun akan kena getahnya. So, salah satu fungsi dan guna TEMAN adalah mengerem setidaknya mengingatkan jika EGO itu terlalu melampaui batas.
.::he509x™::.
musuh yang semu selain EGO juga ada mas..yakni nge blog yg salah milih waktu nge posting (misal musim ujian ) ![]()
ada baik nya jika manusia merasa bimbang antara 2 pilihan , maka mendekat kepadaNya jalan yg terbaik..
Disaat bimbang seperti itu,, ridu biasanya merinci antara keuntugnan dan kerugian pilihan yang akan dipilih.. ntar dikasih nilai, dan nilai yg terbesarlah yang ridu pilih..
Ego emang musuh besar dalam diri kita. Cara tuk nanggulanginnya adalah coba untuk bersabar dan lebih mengerti orang lain. Kalau sudah menjadi sifat dasar kita emang agak susah untuk menghilangkan ego, keras kepala, dll itu. Tapi dengan terus berusaha semoga kita dapat menjadi orang yang lebih baik daripada sebelumnya.


Aaaah betul sekali, jangan sampe deh kayak Hitler yang mati kemakan egonya sendiri.