From the monthly archives:

November 2007

Andakah salah satunya?

by annots on November 14, 2007

Tersiar kabar 1700 PNS dikenai sanksi akibat menyalahgunakan internet pada saat jam kerja. Sanksinya bermacam-macam ada yang diperingatkan, mengundurkan diri bahkan sampai dipecat. Beruntung aturan ini berlaku di negerinya Ratu Elizabeth, di Indonesia belum dan semoga tidak pernah ada aturan semacam ini.

Menyoroti masalah penggunaan internet pada saat jam kerja, ini cukup menohok hati kecil saya. Karena saya pun juga sering berinternet pada jam kerja. Meskipun pekerjaan saya memang membutuhkan koneksi internet, tapi perbandingannya cukup mencengangkan apabila dibandingkan dengan aktifitas blogging, dan beremail.

Menurut saya, di Indonesia belum bisa diterapkan peraturan tentang larangan ini. Bukankah di Indonesia ini lebih mengutamakan absen kehadiran karyawannya dari pada kualitas SDM-nya? Masih inget dengan kartu absen? Bukan rahasia publik lagi, di Indonesia masih ada banyak yang menggunakan mesin absen seperti itu. Bukankah mudah bagaimana cara ngakalinnya?

Anda yang biasa menemuinya didekat pos satpam atau pintu masuk gedung perkantoran pasti lebih tau bagaimana cara ngibuli alat ini. Mudah saja, tinggal kerja sama dengan rekan kerja yang rajin datang pagi tinggal nitip saja “Tolong aku diabsenkan dulu ya! Saya lagi bla bla bla…..”, habis perkara! Mau dikroscek diakhir bulan sama atasan ya bisa dipromosikan jadi karyawan telatan teladan. Padahal jam makan siang baru nampak markir sepeda motor.

Ada cerita dari seorang wartawan senior, bahkan pernah dijadikan sebagai berita opini dalam sebuah media masa “Ketika Manager membeli waktu para pegawainya”, merupakan hasil pengamatannya di lapangan, bahwa para pegawai yang datang pagi pun setelah absen di mesin itu tidak langsung segera bekerja tetapi justru duduk-duduk ngobrol ngalor-ngidul di kantin sambil menikmati rokok dengan secangkir kopi kental.

Bukankah masih mending ada karyawan seperti saya yang datang pagi-pagi absen terus cek email, blogwalking sambil memonitor server mesin hitam besar meski hanya dengan akses internet yang ngos-ngosan? Pokoknya yang penting komputer hidup dulu dan selalu ada ketika 334 itu berdering dengan lantangnya, bukannya apa-apa siapa tau itu panggilan untuk tandatangan diawal bulan -harap-harap cemas-.

Kembali ke peraturan di Inggris tadi, saya tidak berharap kalau peraturan ini diterapkan di Indonesia sebelum benar-benar bisa menggantikan mesin absen itu dengan alat yang lebih modern, misalnya absen dengan deteksi IP-Address ketika Komputer dihidupkan dan dimatikan, bukankah ini lebih real able -meskipun masih tetep bisa dititipkan sama teman di meja sebelah-. Teknologi secanggih apapun masih bisa diakali dengan SDM Indonesia.

Semuanya kembali ke pribadi masing-masing, apakah mau disebut makan gaji buta dengan sedikit bekerja dan terus berinternet pada jam kerja? -glek, dalem banget menohok di hati saya-. Lebih-lebih malah sibuk download lagu yang jelas-jelas tidak diperkenankan download dari judul lagunya.

Misalnya, peraturan di Inggris tadi diterapkan di Indonesia, satu pertanyaan saya “Andakah salah satunya?” yang bakal terkena imbasnya? Diperingatkan dengan lisan, di paksa mengundurkan diri atau bahkan DIPECAT?

Nb: karena di tempat saya kerja ndak pake mesin absen, saya comot gambar di atas dari sini.

{ 25 comments }

Jangan ancur Cianjur

by annots on November 13, 2007

Mohon maaf sebelum saya melanjutkan menulis, saya tidak bermaksud merendahkan kota Cianjur, terlebih lagi pada warganya. Saya hanya nulis sesuka hati saya seperti anjuran mbak yang ituh banget.

Baru saja saya membaca di Antara dari feeder yang ada di sidebar pada blog ini. Mengapa harus di kota Cianjur lagi dan mengapa harus pelajar sebagai pelakunya? Meskipun pihak sekolah yang bersangkutan mengklaim itu bukan siswanya. Apa ini juga dalam rangka ambil bagian dalam kampanye yang dilakukan “antosaid” yang berdalih berpelukan bisa mengurangi resiko penyakit Jantung?

Ah memang tidak selamanya kemajuan teknologi membuat pengguna menjadi lebih maju. Gara-gara HP yang ada kameranya itu banyak yang bilang kalau HP itu emang barang laknat. Bagaimana tidak? Bukan kah dari video itu membuktikan manusia justru kembali keperadaban manusia purba yang primitif dan kemana-mana tidak berpakaian menjadi hal yang wajar? Apa ini juga bagian dari ekspolari eksplorasi tubuh? Apa mau kita kembali ke jaman seperti dalam foto yang saya dapet milist sekolah saya di atas?

Saya prihatin yang sedalam-dalamnya!

{ 22 comments }

Racun Dalam Sebungkus Daun

by annots on November 10, 2007

Racuni tubuhmu sendiri, jangan racuni tubuhku! (Ardifa.com)

Saya sepakat dengan sepotong kalimat di atas. Kalimat dari seorang ibu yang benar-benar membenci asap rokok dan penyayang hamster itu mengingatkan saya pada teman yang terpaksa istirahat dari dunia blog karena kondisi fakir bandwith. Dalam sebuah komennya di posting saya yang lain.

Jujur, Simbokku udach 30 tahunan kerja neng pabrik tembako & kadang2 Bapak juga nandur mbako(tembakau–annots), tapi kita bukan perokok…. JAdi ya…… dapet berkah dari orang ngerokok….

Disatu sisi rokok membuat kita benci karena memang efeknya sangat merugikan kesehatan bagi perokok aktif maupun pasif. Ketika beberapa dari kita mencoba untuk mendapatkan hak atas udara bersih dengan kampanye anti rokok, disisi lain mereka yang membanting tulang di perusahaan rokok seperti ibu teman saya atau petani yang mengharap tembakaunya dapat laku dengan harga tinggi merupakan pahlawan bagi keluarga mereka. Karena dari hasil dari sanalah yang bisa menghidupi, menyekolahkan saudara-saudara kita.

Memang susah seperti ketika Belanda menjajah Indonesia. Ketika itu kita menganggap Herman Willem Daendels adalah penjajah, tetapi di negaranya sana (Belanda), bisa jadi dia adalah pahlawan seperti kita manganggap pahlawan Pak Dirman (Pangsar Sudirman), Diponegoro, Bung Tomo, dkk.

Rokok memang penjajah bagi orang yang menginginkan haknya uadara bersih (termasuk saya), tapi rokok juga disebut sebagai pahlawan bagi mereka yang menggantungkan hidupnya pada panen tembakau.

Ah siapapun penjajah dan pahlawan dalam hal rokok merokok, saya ucapkan selamat hari pahlawan untuk Indonesia.

Nb: skrinsyut by jedarokok

{ 30 comments }