by annots on October 24, 2007
Tidak bisa datang ke Jakarta dalam rangka PestaBlogger 2007? Hmm, saatnya untuk menuliskan besar-besar pada angka 27 di bulan Oktober ini untuk acara Blonjo Kupat -Bloggernya Jogja Ngaku Lepat-, acara yang juga merupakan ajang halah bihalal dan syawalan blogger Jogja dan sekitarnya ini hanya untuk memberikan wadah kepada teman-teman blogger yang tidak bisa berangkat ke Jakarta. Tetapi diharapkan, yang hadir di “Blonjo Kupat” juga dapat merasakan atmosfir PestaBlogger 2007 di Jakarta.
Acara yang digagas oleh anto, didit dan zam ini rencananya akan menggunakan video conference yang akan menghubungkan diri dengan beberapa rekan-rekan blogger yang berada di Makasar dan Surabaya. Saya sedikit minder ketika saya adalah satu-satunya wartawan sebuah media yang diundang dalam sidang dadakandotcom di Manut cafe malam itu 
Jadi tidak ada alasan kehabisan tiket mudik bagi blogger yang merasa masih berada di kawasan Yogya dan sekitarnya untuk menghadiri acara tersebut. Akhirnya, saya ucapkan “Sampai jumpa di Blonjo Kupat” di Yogyakarta pada Sabtu, 27 Oktober 2007.
by annots on October 23, 2007
Pagi tadi saya iseng baca koran edisi beberapa hari yang lalu, saya tertarik pada sebuah tulisan dengan judul yang sama dengan postingan saya ini. Jelasnya ini tidak ada kaitan dengan lagunya Matta band yang sedang naik daun dengan hitnya “Ketahuan”.
Menurut hasil riset, bahwa mata kita ini akan berbeda ketika kita masih bujang dan sudah berpasangan. Berpasangan bisa dikatakan beristri, bersuami, atau pacar. Sebagai mata seorang yang masih bujang, maka otomatis akan menyeleksi lawan jenis, tentu saja dengan parameter yang berbeda-beda menurut selera masing-masing. Lain halnya ketika sudah memiliki pasangan mata akan selalu tertuju pada sesama jenis (hal ini jelas tidak mutlak pada orang yang menganut polygamist dan polyandry, gumam saya). Bukannya apa-apa, menurut hasil survei, hal ini terjadi dikarenakan tidak di inginkannya adanya persaingan yang menimbulkan selingkuh atau perceraian. Wajar kalau seseorang tidak ingin kehilangan sesorang yang disayanginya.
Selingkuh ada yang mendefinisikan SELINGan indah Keluarga utUH. Eh tapi kok tiba-tiba saya nulis soal selingkuh ya? Saya cuma mengikuti lagu-lagu belakangan yang keluar kok temanya selingkuh, dengar saja lagunya Matta band, Kangen band, dll (silahkan ditambahi). Semuanya mendadak dangdut selingkuh. Siapa yang ga hafal lagunya matta band? Dari anak kecil sampai dewasa entah latah atau sengaja sering gumrengeng nyanyi lagu itu meski hanya ref-nya saja.
Selingkuh kan bagi yang sudah berpasangan, lha kalau yang masih bujang? Ya tinggal banyak bermunajat cinta, seperti lirik dalam lagu Mundjat cinta-nya The Rock. Dan satu lagi, jangan sungkan-sungkan untuk bergabung dalam sebuah komunitas dan perbanyak silaturahmi. Event-event seperti lebaran minggu lalu cocok sekali untuk sekedar flashback sama teman-teman waktu TK, SD, SMP, SMA sampai teman kuliah, ya sapa tau aja ada yang CLBK (Ciluk bak Cinta Lama Bersemi Kembali). Jangan salah, bisa jadi teman SD yang dulu begitu polosnya berubah menjadi gadis metropolitan setelah beberapa tahun kerja di Ibu Kota.
by annots on October 18, 2007
Lebaran sudah berlalu, tapi suasananya masih terasa hingga sekarang. Ramainya tempat-tempat rekreasi, pusat perbelanjaan hanya untuk sekedar meramaikan saja, kagetan, reuni atau memang sengaja membelanjakan hasil pemberian sanak sodaranya. Ada juga yang cuma duduk-duduk di rumah sambil menghabiskan THR di ruang tamu(THR = Turahan Hari Raya).
Ya, lebaran banyak dinantikan anak kecil berharap mendapatkan uang jajan dari kerabat atau tetangga. Saya baca di KR edisi Rabu, 17 Oktober 2007 kemarin ada anak yang bisa dapat kurang lebih 1,9 juta hanya selama lebaran yang dua hari ini. Oh my God, modal baju, badan sehat, sedikit senyum dan salaman bisa dapat 3x gaji sebulan, saya juga mau. Paling ga bisa balik modal yang buat beli baju baru kemaren.
Kalo ditengok mengapa lebaran identik dengan bagi-bagi duit, selain sedekah ada esensi yang lainnya juga. Anak kecil paling senang ketika ada yang memberi uang, kesempatan ini digunakan menanamkan ke alam bawah sadar mereka supaya lebaran tahun depan datang lagi bersama orang tua mereka. Dengan cara ini, silaturahmi diharapkan akan tetap terjalin -meskipun harus pake acara sogokan ataupun suap menyuap-