by annots on September 12, 2007
Banyak yang masih beranggapan bahwa angka 13 adalah angka sial. Usal usul mengapa 13 dianggap angka sial bisa dibaca di artikelnya eramuslim.
Ngomong omong soal 13, pemerintah sudah menetapkan tanggal 1 Romadhon 1428 H yang bertepatan dengan tanggal 13 September 2007. Sialkah angka 13? Saya rasa ndak juga, banyak yang menantikan datangnya tanggal 13 September menyambut datangnya bulan yang penuh dengan ampunan dan rahmat dari Allah SWT ini dengan saling minta maaf.
Bulan Ramadhan Bulan Big Sale
Mengapa bulan big sale? Di bulan ini, Allah melipatgandakan pahala semua ibadah yang kita lakukan. Selain itu, biasanya mendekati hari raya hampir disetiap pusat perbelanjaan mengadakan big sale, diskon gede-gedean. Yang ga di diskon sepertinya kok cuma sembako ya, padahal justru itu yang menjadi kebutuhan pokok(ya iyalah namanya juga sembilan bahan pokok).
Banyak orang aneh
Akan banyak orang aneh di bulan ini, seperti yang pernah di tulis oleh rekan saya Manda Kusuma dan yang lainnya. Akan banyak yang pergi ke masjid, ke pengajian, dan hal positif lainnya. Ada juga yang bingung nyari baju koko, mukena yang sudah lama tidak dipakai ternyata ada di tumpukan pakaian paling bawah, atau sibuk bersihin sampul Al-Quran yang tampak kotor penuh debu karena diletakan di almari paling atas. Saya cuma ingin mengingatkan diri saya, supaya jangan sampai hal-hal seperti ini terjadi di tahun-tahun yang akan datang pada diri saya.

Selamatkan puasamu, siapa tahu ramadhan ini terakhir untukmu…
Ya Allah, jadikan Ramadhan tahun ini lebih baik dari Ramadhan tahun lalu bagi kami. Amin…
by annots on September 11, 2007
Satu langkah yang cukup bijak, akhirnya DPRD DKI Jakarta meloloskan Perda Ketertiban Umum yang salah satunya melarang untuk memberikan uang kepada pengemis dan gelandangan. Selain itu juga dilarang membeli sesuatu dari pedagang asongan. Bagi yang memberikan uang kepada pengemis terancam denda Rp. 100.000 sampai dengan Rp. 20 juta atau kurungan dua bulan.

Akan lebih bijak lagi, jika pemda setempat memberikan alternatif pekerjaan bagi mereka, sehingga mereka tidak akan banyak alasan ketika peraturan ini diterapkan. Jangan sampai ada alasan untuk menolak pindah ke pekerjaan yang baru seperti ketika relokasi warga kolong jembatan tol yang menolak relokasi hanya karena alasan dengkul seperti laporan rekan saya Didit.
Semoga saja bisa diambil sisi positifnya, dan dengan larangan ini tidak mengurangi niat kita untuk berbagi kepada saudara-saudara kita yang kurang mampu. Tidak harus uang yang bisa kita berikan kepada mereka, bisa pekerjaan bahkan cukup dengan do’a supaya dimudahkan dalam mencari rizki. Ingat, karena memberi ? uang.
by annots on September 10, 2007
Membaca tulisan sodara Ari tentang ban yang bocor gara-gara ga mau bayar 5000, sabtu kemarin dalam perjalanan ke tempat mbak Ardifa dalam rangka kopdar Cahandong ban saya pun bocor di jalan.

Tidak tanggung-tanggung bocornya sampai dua kali (wah denda yang belum dibayar mungkin rada gede nih). Sebelumnya sempat terpikir juga, apa karena tadi belum saya foto trus ban saya jadi bocor lagi? Ah, ini sih pikiran wartawan kagetan™ seperti saya.

Sampai di tempat mbak fa maghrib dan tampak disana didit, mbak nisa dan mbak fa sebagai yang empunya rumah. Tak lama kemudian barulah yang lain pada muncul setelah menjalankan ibadah sholat Maghrib Zam, Dipto, Kailani, Pepeng, Aad, Arez, Priyayisae, dll (yang namanya masuk dalam daftar dll, harap segera lapor, hehehe). Seru juga ketika pada bahas foto gerhana bulan yang jadi perdebatan di blog sebelah meskipun sebelumnya saya sempat kebingungan nyari rumah dengan cat berwarna hijau -seperti yang dikatakan Zam dalam SMS- di malam hari karena semua rumah jadi warna hitam.
Sebelum ke tempat mbak fa, tak lupa saya menyempatkan diri untuk melakukan ritual “nyadran” di tempat eyang saya. Nyadran adalah ritual yang diadakan setiap bulan sya’ban setiap tahunnya. Biasanya selain berziarah ke tempat saudara-saudara yang sudah meninggal ada juga acara kenduri.

Kenduri kali ini, mungkin rada beda dan unik karena pesertanya kebanyakan adalah anak kecil. Bagaimana tidak datang ketika kita bisa mendapatkan semua jajanan dan buah-buahan gratis meski harus berebut dengan peserta yang lainnya. Jadi kalau ada yang nangis karena ga kebagian buah atau makanan setelah acara selesai itu hal yang biasa terjadi.