Catatan perbuatan
Tidak dapat dipungkiri bahwa pada bulan Ramadhan bukan hanya pahala yang berlipat ganda, tetapi jumlah jama’ah sholat yang hadir juga tidak seperti bulan-bulan lainnya. Bahkan ada yang sampai meluber sampai di luar masjid/mushola.
Motivasi
Sebenarnya apa motivasi dari ini semua? Apakah kagetan™, atau kesadaran? Saya berkhusnudzon semua ini adalah kesadaran. Sepuluh hari pertama bulan ini Allah melimpahkan kasih sayangnya, sehingga tanpa kita sadari semua dikerjakan dengan enak, ringan dan tanpa beban bahasa kulon-nya enjoy. Ikhlas mengharap ridho-Nya.
Lain lagi dengan anak-anak yang masih duduk di sekolah dasar atau pun di bangku SMP. Selidik punya selidik ternyata mereka mendapatkan tugas dari guru agama untuk mencatat semua kegiatan yang di lakukan selama bulan Ramadhan dalam sebuah buku yang diberikan dari pihak sekolah.

Saya jadi teringat ketika dulu saya masih menggunakan seragam putih merah. Sempat punya buku seperti di atas, dan konyolnya karena termasuk anak yang malas saya sih ikut pengajian-pengajian tapi buku saya bawa di awal bulan. Minggu berikutnya saya tinggal nyontek contoh tanda tangan pak Ustadz karena saya malas ngantri tanda tangan -Ya Allah yang Maha Pengampun, hari ini hambamu telah jujur atas kebohongan yang dulu pernah hamba lakukan, ampunilah doda hamba-
Buku ini hanyalah untuk memotivasi agar bisa optimal dalam melaksanakan kegiatan di bulan Ramadhan, meskipun dilakukan sekedar untuk memperoleh nilai dari bapak atau ibu guru -Semoga saya salah menafsirkan-. Bukankan dua nilai sekaligus itu lebih baik? Satu nilai dari guru karena melihat catatan di buku kegiatan bulan Ramadhan dan juga nilai langsung dari Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Kemudian, apakah yang sudah dewasa, yang sudah berkeluarga, yang sudah bekerja atau yang tidak sekolah sekali pun bebas dari buku catatan harian ini? TIDAK! Ingat kawan, kita tidak pernah sendiri. Setiap amalan yang kita perbuat sudah di catat oleh 2 petugas Malaikat Raqib dan Atid. Petugas yang tidak pernah mereka-reka dan tidak pernah memanipulasi data.
Jangan takut kehabisan oplah, semua pasti dapet buku catatan amal harian bahkan ini. Seperti apa bukunya? Hmmm, kita akan mengetahui bukunya di kampung akhirat sekaligus kita bisa melihat nilai RAPOR seperti waktu kita masih duduk sebagai pelajar.
Introspeksi diri
Tulisan ini, mengingatkan kita pada sebuah lirik yang dinyanyikan oleh Chrisye.
Apakah kita semua
Benar benar tulus
Menyembah pada-NyaAtau mungkin kita hanya
Takut pada neraka
Dan inginkan surgaJika surga dan neraka tak pernah ada
Masihkah kau bersujud kepada-Nya
Jika surga dan neraka tak pernah ada
Masihkah kau menyebut nama-NyaBisakah kita semua
Benar-benar sujud
Sepenuh hatiKarna sungguh memang Dia
Memang pantas disembah
Memang pantas dipuja
Merenungi setiap bait lagu di atas membuat saya juga bertanya-tanya, apakah selama ini saya sudah benar-benar tulus untuk menggapai ridho Illahi atau cuma karena takut neraka. Selanjutnya mari kita pikirkan bukankah jika kita ikhlas, tulus mencintai Allah insya Allah surga lah balasannya?
Yuk, kita catat yang baik-baik di buku catatan perbuatan kita.
Lirik diambil dari : http://symphozi.blogspot.com
If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.
Comments
nek akudulu suruh tandatangan imam waton minta sapa aja yang mau tandatangan…. seng penteng ono tandatangane
Oo, blogger juga toh, dikenal dengan nama Mas Annots toh,..
Makasih buat bantuannya kemarin2, Mas,.. ![]()
@PriyayiSae
Sudah-sudah, yang penting jangan sampai kemaren ga ikut nyontek tanda tangan pembimbing skripsi to ya?
*kabuuur*


weh… jaman dulu kalo disuruh ngisi tanda tangan buku kegiatan ramadhan… sekali tanda tangan saya langsung minta banyak… wong imamnya tetangga deket saya >:)