Puasa dan efek kakus
Hari pertama puasa mungkin masih pada lemas pada jam-jam makan siang dan kembali bersemangat mendekati jam-jam buka puasa. Hawanya cuma tidur atau bermalas-malasan dengan alasan “Tidurnya orang puasa itu ibadah“. Agak sulit memang merubah kebiasaan jam makan, apalagi yang sudah terbiasa dapet gratisan makan siang seperti saya dan rekan saya, meskipun sekedar nasi bungkus ayam goreng Padang cukup enak juga kalo dimakan dalam kondisi lapar-selapar-laparnya. Apalagi setiap Jum’at setelah sholat Jum’at saya dan rekan saya yang lain suka mampir di lotek dan gado-gado cabang kolombo yang ada di sebelah timur kampus.
![]()
Efek kakus
Percaya atau tidak, setelah dua atau tiga hari puasa kebiasaan makan siang akan hilang dengan sendirinya. Sadar atau tidak hal seperti ini sama dengan ketika kita berada di toilet dan nongkrong di atas kakus. Seperti dituliskan oleh Tanadi Santoso dalam blognya.
Bila anda memasuki kakus (WC) yang kotor pertama kali masuk, akan terasa bau busuknya luar biasa, tetapi setelah anda berada didalam sepuluh menit, maka tidak terasa lagi baunya.
Bahkan besok di bulan syawal, mungkin puasa 6 hari di bulan syawal dengan mudahnya kita laksanakan kecuali bagi yang tidak niat untuk puasa syawal.
Berburu pahala, menghapus dosa di bulan Ramadhan.
Gambar diambil dari id.wikipedia.org
If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.
Comments
Wahh, gambarnya vulgar… Hahaha…
Alhamdulillah hari pertama langsung terbiasa sih, cuma bibir aj ni yg belum bisa adaptasi…
wc dirumah sampeyan baru yach ? kok langsung dipoto
Baca dulu dong sampe bawah!! Sumber : Id.wikipedia.org, yah meskipun ada temen yang nyantumin wikipedia sebagai referensi di skripsi disebut SAMPAH!!
tubuh memang mempunyai kemampuan unik dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan yang terjadi dalam dirinya maupun dari lingkungan sekitar…


karena selama 10 menit itu semua baunya sudah anda hidup dengan sukses.