Monumen Plataran
Monumen Plataran berlokasi di Plataran, Selomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta tak jauh (baca: ± 8 km) dari tempat saya ngeyup sehari-hari (baca: rumah) . Didirikan tanggal 24 Februari 1977, monumen ini adalah salah satu monumen dari 2 monumen yang didirikan untuk mengenang parana pejuang taruna yang mempertahankan kemerdekaan RI tahun 1945-1949. Satu monumen yang lain adalah SMP Taruna Bhakti (sekarang SLTP N 2 Kalasan) yang didirikan 4 km di selatan monumen ini.

Saksi bisu
Pagi itu, Selasa Pon 24 Februari 1949 telah terjadi pertempuran di desa Plataran, Selomartani, Kalasan antara pejuang-pejuang Indonesia (tentara Indonesia dan rakyat sekitar) dengan kerajaan Belanda. Pagi itu juga tewas dalam pertempuran 2 orang perwira remaja, 5 taruna dan anggota tentara pelajar, 2 orang luka parah. Ratusan nama yang tertulis di bawah patung itu lah mereka yang bertempur pagi itu.
Sebagai tanda penghormatan bagi para taruna yang telah berjuang untuk negara kita, atas prakarsa Mayor Jenderal Wijogo Atmodarminto dan didukung donatur yang telah membantu proyek pendirian monumen ini. Sebut saja pak Ali Sadikin, Suparjo Rustam, Susilo Sudarman dan juga Bang Yos (Sutiyoso) yang disebutkan dalam prasasti sebagai perwira senior saat itu (1977).
30 tahun kemudian
Saat ini jika kita berkesempatan jeng-jeng (pinjam istilah M. Zamroni) kesana, tidak ada perawatan secara khusus terhadap monumen yang notabene sebagai tanda penghormatan terhadap pejuang negeri yang menghargai jasa para pahlawan ini. Apalagi di belakang
patung pak tentara itu terdapat banyak tulisan tangan-tangan jahil.

Sebenarnya tulisan-tulisan seperti ini sudah bisa kita jumpai di pintu masuk. Apa karena masuk monumen ini tidak di pungut biaya para pengunjung bisa melakukan seenak udel-nya sendiri? Dan mereka(tangan-tangan jahil) tak rela jika ada tembok yang bersih kemudian menorehkan nama geng(komunitas) mereka di tembok/dinding itu? Tapi lebih memprihatinkan lagi adalah orang yang membiarkan tulisan itu tetap disana dan justru mengambil fotonya. Yuk bersama kita, Benahi Jakarta Indonesia!!!
Terlepas dari keseriusan tulisan ini
Setelah lelah berjalan, maka saatnya saya mencoba membidik diri sendiri. Yah, sangat manusiawi ketika mencoba mengabadikan diri sendiri sebagai kenang-kenangan, meskipun saya datang kesana sendiri.
Jangan suka kencing sembarangan, karena sudah disediakan toilet disana. Kalau masih nekat mungkin akan seperti ini akibatnya, meskipun saya sedang tidak melakukan aktifitas kencing™.

Sebelum meninggalkan monumen jangan lupa ambil gambar kita dan kuda kendaraan yang sudah mengantar kita sampai tempat tersebut.

Akhirnya, Dirgahayu Republik Indonesia!!!
If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.
Comments
masih banyak nama yang tak termonumenkan… tapi nama mereka tersebut saat nama indonesia disebut
MERDEKA BUNG!!!
*btw sampean gak nulis “cahandong was here” ???
Wah saya ga mau nambahi daftar panjang nama-nama penyumbang yang ada disana *Maksudnya menambahkan CahAndong di daftar donatur pendirian monumen to ya?*
huhuhu. orang2 memang pada usil nyoret2 tembok.
ternyata di tempat penting aja masih ada coret2….
apalagi di wese umum….. hihi
*salam kenal x)
Tapi yang diemin coret2an juga banyak lho, apalagi malah sempat-sempatnya mengabadikan coretan tersebut
*lirik diri sendiri*
Waduh ngingetin waktu kuliah di Jogja dulu … sering2 maz nulis yang beginian … tu tentang kecelakaan itu sangat menyentuh
Jangan sungkan-sungkan untuk menengok Jogja lagi pak. Terima kasih atas kunjungannya
![]()
wah monumennya keren tuh….
jadi inget pilem nagabonar jadi 2 yg ada adegan patung jendral sudirmanna ituh….
astaga naga, kapan kita kopdar kesana buat bersihin temboknya ya? Btw, disana ada kolamnya jg lho, cuma pas saya kesana lagi dikeringin
haaa… narsiz! nyahaha…
*komen ga penting* :p
Sekali-kali boleh narsis lah. Padunya mau minta foto bareng weeee, heheheheh
lho.. iku ing gambar no2 dr bawah… kok ono penampakan deket patung y?
Penampakan yang tidak menakutkan
fotonya bagus bagus, palagi yang paling atas..tapi kok ada penampakannya yah
Penampakannya emang disengaja mba, biar kalo di KOPAS kaya punya Kenz, foto saya bisa mejeng disana, hehehehe
wow..keren euy..:D
kapan2 ajak kesana ya
kalo mau kesana sekalian ajak teman-teman yang “mendadak candi”, banyak candi yang belum ditaklukkan -heleh-
wekekek..
CANDI kui jatahku!! Pokoke CANDI JATAHKU!!
Awas nek merebut lahan postinganku!
*siap-siap mbakar pom bensin*
Candi kuwi neng kawasanku, pokoke kawasanku. Awas nek mosting kawasanku!
*siap-siap mbakar candi -heleh-*
eman cah dicoret2..aksi vandalisme kui.
lah kae foto sing terakhir fokus nya kok gak jelas..ke orangnya ato ke motore?piye to?xixixi
Ssssstttt, rahasia ya! Tapi ini rahasia lho, jangan di sebar di internet, 3 diantara foto di atas saya ambil pake timer soale ndak bawa teman. Jadi maaf kalo ga fokus. Rahasia lho ya! Awas kalo sampe bocor….
foto2nya bagus euy…
salam kenal ya..
yogya is my second hometown, meski aku org bugis…:)
Salam kenal juga pak rusli, terima kasih atas kunjungannya
wah inget waktu muda dulu pacaran naik sepeda ke monumen plataran …
Ketauan kan, kalo di plataran emang pas buat yang lagi seneng pacaran. ndoro kakung pernah kesana? Kok ga ada tulisan “Ndoro kakung was here” ya?
weeeee! sayang yah dicoret2 huhuhu
pemeliharaannya kurang nih
Masuk monumen ga pake tiket sih, dan lagi disana ga ada petugas. Lha wong ada petugasnya aja kadang masih sempat coret sana sini kok
emang mas Annots ngeyupnya di mana? 8km dr lokasi kejadian itu tepatnya di mana? *halah, ra mutu komene*
Ngeyupnya dirumah aja kok, ga dimana-mana :p


salam kenal mas annots ;D
ngomong2, mas annots niy tinggal dimana siy? liputan kopdar merdekanya di CA seeruuu bgt!! two thumbs up!!