Cikampek, 22 Agustus setahun yang lalu
Pengalaman yang satu ini mungkin tidak akan pernah terloepakan. Semoga ini merupakan yang pertama dan terakhir kalinya dalam hidup saya. Bagaimana tidak ketika harus menjadi duta kurir yang harus mengantarkan proposal ke Jakarta dalam perjalanan pulang harus mengalami kecelakaan tunggal di jalan tol Cikampek.
Awal yang indah kah?
Bagi kebanyakan orang mungkin menjadi suatu kebanggaan ketika menjadi seorang utusan, bukan berarti saya tidak bangga tetapi waktu itu memang itu keputusan terakhir saya karena yang lain seperti mas kun memang tidak bisa berangkat ke Jakarta. Sebagai pemain pengganti, tentu saja saya manut mau diberangkatkan pake apa yang penting bisa sampai tempat tujuan. Akhirnya terpilihlah dua rekan saya yang lain pak daliman dan pak kristanto. Berangkat dari jogja sekitar jam 12 malem menggunakan L300 milik kampus tentu saja dengan dibekali uang saku yang dirasa cukup.
Liat saja senyumnya, tidak pernah terbayankan bahaya mengancam kami. Yo ra kang? Banyak kisah yang diceritakan seperti ketika kami harus berurusan dengan polisi yang sedang melakukan mokmen(bahasa di jogja, ga tau kalo di daerah lainnya), terjebak macet sampe kami berkutat keliling senayan mencari kantor diknas di jalan sudirman. Capek, apalagi mobil yang masih menggunakan sistem power sepiring steering.
Selesai tugas kami, maka kami pun mengarahkan laju mobil kami ke arah cipulir untuk menjemput orang tua saya yang mau pulang ke jogja. Sebelumnya ijin atasan dulu, kalau ada yang mau nunut mobil.
Mobil kami oleng dan….
Jam menunjukkan sekitar pukul 10, kami masuk tol Cikampek dengan posisi mas Kris memegang kemudi dengan saya disampingnya bersama keponakan. Di belakang ada orang tua, adik dan kang daliman tiduran di kursi belakang karena nyebut nggak enak badan. Melaju dengan kecepatan rata-rata 80km/jam dan selalu di jalur 1 kami bergerak menuju Yogyakarta. Tiba-tiba saja, mobil yang kami tumpangi mengalami pecah ban dan oleng ke kiri. Setelah salto dan menabrak sebuah pohon. Panik, saya yang di depan buru-buru keluar dan mencoba menolong yang lainnya. Dengan kondisi mobil terjungkir, ban mobil lepas semua(velg pecah), alhamdulillah semua penumpang selamat. Hampir semua yang melihat kondisi bangkai mobil mengira tak ada penumpang yang selamat dan mereka bilang “ajaib” ketika melihat kami tak terluka sedikit pun.
Satu jam lamanya kami dibantu petugas untuk memindahkan mobil ke pool. Karena mobil harus dibawa ke kandang asalnya terpaksa saya harus nginep semalam lagi di pool Cikopo dekat pintu masuk tol Cikampek. Kami bertiga hanya bisa memandangi mobil yang kemarin mengantarkan kami. Sambil membayangkan kejadian malam itu.
Hari berikutnya kami pun tiba di Yogyakarta dengan mobil diangkut truk yang kebetulan mau ke Wonogoiri setelah sebelumnya saya harus berurusan lagi dengan polisi disana. Deg-degan dengan pertanyaan dari atasan, kawan-kawan yang bakal menghujani kami. Dan benar saja tak lama kemudian kami pun disidang untuk dimintai kesaksiannya. Seharusnya tak ada yang patut disalahkan, karena kalau ditarik dari depan semuanya pasti kena pasal. Ah, sudahlah biarkan kami semua belajar dari semua ini, Tuhan.

Patuhi peraturan lalu lintas dan indahkan anjuran tidak berHandphone ria ketika sedang mengendarai kendaraan bermotor ataupun tidak bermotor. Kalau tidak mau seperti ini akibatnya
![]()
If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.
Comments
@manda, PriyayiSae
Ngeri, trauma naik mobil yang tak kunjung hilang. Tapi sekarang udah ga parno lagi kalo naik mobil.
@Berlin
Bersyukur dengan kondisi mobil seperti itu kami bisa selamat.
@funkshit
I think so ![]()
@deep
Sabuk pengaman dipake mas, yang duduk dibelakang karena ga ada sabuk pengaman emang sempat ikut muter-muter *koyo komidi puter ajah*
OMG!
*fear factor’ bangeddd…
smoga bs menjadi peLajaran bagi semua…
&berdoa…berdoa…&berdoa
Syukur aLhamduLiLLah dech if semua dapat kembaLi baek.
=SaLam=
@diditjogja
FYI, pak sopirnya lagi bales sms trus jadi spt ini ![]()
@kai
Ho’oh, dan bisa ketemu dengan anak-anak CA ![]()
@arezk
Lebih serem dari maen ASG tentunya ![]()
Iya, masih diberi kesempatan untuk berjodoh sama ebliz dan ebliswati juga.
*btw aku annots bukan slamet, hehehehe*
as we mentioned this was the worse experience, otherwise it become most valueable memories.
salam kagem bapak, ibu, adik lan ponakanmu sing lucu2 kae yo bro.
mugi2 ora pedot paseduluran saklawase
lho… kancane kang daliman toh!
waaaah ga nyongko ketemu kang daliman disini…
*lgsung menuju blog-e kang daliman!*
[…] tentang tulisan yang ada di depan kantor anda, pembuatan surat kehilangan, dan waktu saya mau ngambil SIM dan STNK di Tol Cikampek dan sekali lagi saya mohon ijin menuliskan kisah saya dan dinas anda. Tapi lepas dari itu semua […]


PERtAmAXXXXXXXXXXXXX!!!!!!!
wahahahhahahahhahahahhahahhahahahahha