Sementara gitu dulu

by annots on February 18, 2009

Kebiasaan buruk saya -dan beberapa orang yang saya temui- atau mungkin saya yang salah menduga saja akibat rasa cepat puas dan tidak menyelesaikan sesuatunya dengan tuntas.  Selesai tapi belum final.

Beberapa kali kalimat “sementara gitu dulu” sudah sering saya pakai dan saya dengar di lingkungan tempat kerja.  Alhasil, pekerjaan memang tuntas tapi dengan “penampilan” ala kadarnya.  Pasang kabel di jaringan komputer misalnya, yah asal nyambung dulu soal rapi atau ga itu soal nanti, yang penting bisa nyambung, toh demikian tidak ada yang komplain -setidaknya sampai troubel berikutnya- dari yang bersangkutan.

Tentu, hal seperti itu tidak berlaku bagi mereka yang memuja “wow” tapi bagi mereka pemuja “aha” hal seperti ini sih biasa.  Prinsip Si “Aha” sih yang penting hasil, dan tidak se-sempurna Si “Wow”.  Si Wow yang kelihatan parlente, tentu beda dengan Si Aha yang acak-acakan, tidak teratur, tapi yang penting HIDUP.

Di sisi lain, tentu saja kita butuh keduanya.  Si Aha tentu saja akan mengalami sedikit hambatan ketika PDKT sama cewek, kecuali saat akal “AHA”-nya keluar.  Yah kalo “AHA”-nya baik sih ndak jadi soal, kalo “AHA”-nya ilmu pelet, dukun dan sebagainya? Ya itu sih urusan si Aha sama Sang Gebetan, toh dukunnya yang untung dapet mahar.

Si Wow, meski penampilan oke, cewek yang mau sama dia sampe ngantri dan sering dapat sanjungan “Wow kereeen”, tapi apa jadinya ketika motor yang dipake macet karena busi mati keplepek akibat terendam air hujan?  Ga mau kotor ah, gengsi to ya.  Gengsi, itu dia penyakitnya.

Jadi apa salahnya kalau pake “Sementara gitu dulu”?  Ya ga salah, sementara sampe jadi sementahun juga ga ada salahnya.  Tinggal berharap saja, seperti BOM waktu, kesementaraan tadi semoga menjadi masalah di masa mendatang.  Lho kok seneng?  Ya gpp, berarti kontrak bakal diperpanjang karena kelak dipake lagi untuk memperbaiki.

Sementara gitu dulu ceritanya, tiba-tiba saja saya inget kalau punya blog.  Ya, setelah dapet tagihan dari juragan hosting karena hampir aja domain ini masuk masa tendang tenggang saya jadi inget login sama password blog ini.  Mohon maap, kalau tulisan ini masih seperti tulisan-tulisan sebelumnya, TIDAK JELAS.

{ 31 comments }

Udah Gede Kok Kena Cacar Air?

by annots on December 31, 2008

Tanggal merah banyak tersenyum di akhir tahun 2008 ini, berderet-deret bahkan beruntun.  Dimana saya kala itu?  Bah, saya cukup di rumah, banyak istirahat sesuai dengan petunjuk ibu dokter.  Demam 3 hari yang saya alami awalnya saya pikir ini gejala typus atau kalau ndak justru lebih parah yaitu DB.  Terlepas dari ilmu duga-duga yang saya pake ternyata baru terjawab pada hari ke-3.

Awalnya muncul bintik-bintik di beberapa bagian tubuh, sedikit dan seperti tetesan embun.  Dari sini baru diketahui bahwa varicella sedang bersama saya.  Tak secantik namanya varicella adalah nama lain dari cacar air atau cangkrangen dalam bahasa Jawa.  Alamak, saya sudah segede ini kena penyakit yang menimpa beberapa teman saya kala sekolah dulu (baca: masa anak-anak).  Ternyata saya salah duga, varicella bisa menyerang segala usia.

Informasi tentang penyakit ini banyak saya dapat dari blog Cakmoki, setidaknya saya tau apa yang boleh dan apa yang sebaiknya dihindari selama varicella bersama saya.  Lima belas hari varicella bersama saya, kini sudah kering dan beberapa sudah mulai mengelupas dengan sendirinya.  Selama itu pula saya banyak berdiam diri di rumah, nafsu makan hampir-hampir lenyap setelah beberapa mulai muncul di lidah.

Duh Gusti, begitu  sakit rasanya ketika Kau ambil sedikit nikmat yang Kau berikan pada hambamu.

Jenuh!  Demikian kata yang bisa mewakili ungkapan di penghujung tahun 2008 ini.   Selain embel-embel ciken kopdar ternyata saya juga kena chicken pox (nama lain cacar air).

{ 18 comments }

Bebas berekspresi dengan yang berbayar

by annots on December 10, 2008

“Selamat ya mas, CahAndong masuk di Harjo“, sapanya mengucapkan selamat kepada saya kemarin pagi.  Saya sendiri malah baru tahu dari beliau kalau berita tentang CahAndong sudah masuk.  Wawancara berlangsung di acara Juminten dan saya tidak datang waktu itu, jadi jelas tidak akan ada foto saya di koran baru itu.

Pak Heru, adalah kepala bagian di unit tempat saya bekerja. Sebenernya tidak hanya saya, tapi juga Nak mas yang lucu itu juga bekerja ditempat yang sama.  Aktif sejak bulan September yang lalu, tetapi sudah akrab berkat keramahannya.  Saya nulis begini bukan sedang nggombal dan suatu pengharapan tetapi memang demikian Pak Heru dalam kesehariannya, care terhadap anak buah.

Awalnya hanya dari ngobrol santai usai jam kerja, dan sampailah ketika pembicaraan sudah mulai mengarah soal mengapa harus punya dotcom sendiri.  Dengan berbagai jurus ndak mutu ala kadarnya saya bujuk habis-habisan agar beliau memindahkan blog lamanya dengan yang berbayar.  Seperti apa dan bagaimana jurus saya sepertinya ndak etis, karena ini adalah rahasia perusahaan :D

Dan tadi pagi, ternyata beliaunya sudah melaunching blog pribadinya, dot-com pula.  “Lebih bebas melakukan eksperimen”, begitu alasan utamanya.  Harapan saya sih semoga memang demikian, bukan karena bujuk rayu anak buah yang selalu datang terlambat berangkat kerja seperti saya :lol

Tau begini, pasti akan saya tawari juga berangkat ke Pestablogger bulan Nopember kemarin kan saya jadi tidak ketar ketir jadi “buron” waktu peninggalkan pekerjaan di Jogja.

Selamat Pak atas rumah barunya :)

{ 8 comments }